Menu

Mode Gelap
Paman Birin Terima Penghargaan BAZNAS Award 2024, Kepala Daerah Pendukung Pengelolaan Zakat Terbaik Belasan Kilo Sabu Diblender, 88.764 Orang Selamat dari Penyalahgunaan Narkoba Anggota KPPS Tabalong Meninggal, Ternyata Masih Pelajar Haul ke-4 Guru Zuhdi Dilaksanakan Tanggal 7 Maret 2024  Realisasi Investasi Kalsel Tahun 2023 Capai 19,7 T, Terbesar Pertambangan

Ekonomi

Tingkatkan Produksi, Kalsel Tambah 60 Hektar Kebun Kopi di Lima Kabupaten Kota


 Tingkatkan Produksi, Kalsel Tambah 60 Hektar Kebun Kopi di Lima Kabupaten Kota Perbesar

Kalseldaily.com – Pengembangan kebun kopi di Kalsel akan digenjot tahun ini, rencanany lima kabupaten di Kalsel bakal dibantu sarana prasarana produksi (Saprodi), peningkatan SDM serta pembinaan dan pengawalan.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalsel Suparmi melalui Plt Kabid Perkebunan, Agustinus Adie di Banjarbaru, Rabu (31/1).

Agustinus mengatakan, menurut data luasan perkebunan kopi di Kalsel mencapai 2.625 hektare. Namun, untuk mengatasi penurunan produksi kopi, dilakukanlah penambahan perluasan kebun kopi. Kebun paling luas berada di Kabupaten Banjar dengan luas 744 hektare dan produktivitas 391 kg per hektare.

“Tahun ini, terdapat tambahan 60 hektare di lima kabupaten, yaitu Tabalong, Balangan, HST, Banjar, dan Tanah Laut dengan jenis kopi yang ditanam di Kalsel yaitu robusta,” kata Agustinus.

Selain itu, Disbunnak Kalsel juga telah berencana melakukan inovasi terbaru dengan cara melakukan diserfikasi dan integrasi dengan tanaman lain, terutama yang ditanam di bawah pohon karet.

“Pola tanam ganda supradin dengan pengaturan jarak tanam 2 kali 2 setengah kali 18 meter juga menjadi fokus dalam pengembangan perkebunan kopi,” ujar Agustinus.

Selain itu, pohon karet yang ditanam juga bisa digunakan untuk ternak dengan tanaman lain yang bisa hidup berdampingan dengan tanaman kopi.

Untuk mempromosikan inovasi tersebut, Disbunnak melakukan promosi inovasi BANGKODIN, yang menjelaskan bahwa komoditi kopi saat ini sangat menjanjikan.

“Peluang pengembangan perkebunan kopi di Kalsel harus segera dimanfaatkan oleh para petani kopi, khususnya petani karet yang menerapkan pola tanyam supradin,” ujar Agustinus.

Tim Editor

 

Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Permudah Bayar Pajak, Paman Birin Luncurkan Samsat Drive Thru

18 March 2024 - 19:15

Tukar Uang, BI Kalsel Sediakan Rp 3,06 Triliun Selama Ramadhan dan Idul Fitri 2024

16 March 2024 - 04:51

Komitmen Paman Birin, Kalsel Masuk Daerah Terendah Inflasi di Indonesia

13 March 2024 - 15:08

IPI Kalsel Terus Dorong Kemandirian Pesantren di Kalsel

12 March 2024 - 07:27

Berstatus Ibu Kota Kalsel, Investasi Banjarbaru turun 44 Persen, Ada Apa ? 

2 March 2024 - 12:09

Pemprov Kalsel Serahkan Dana Bagi Hasil Rp 543 Miliar

31 January 2024 - 16:29

Trending di Ekonomi