Kalseldaily.com – Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mulai menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2030 dan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) 2026.
Dokumen ini akan menjadi acuan kebijakan pembangunan lima tahun ke depan, dengan fokus pada penguatan ekonomi, peningkatan daya saing sumber daya manusia, serta percepatan pembangunan infrastruktur.
Pj Sekda Kalsel Syarifuddin melalui Plt Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Isharwanto mengaku, salah satu tantangan utama dalam perencanaan ini adalah mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029.
“Secara historis, pertumbuhan ekonomi kita belum pernah mencapai angka tersebut. Capaian tertinggi ada di 6,97 persen pada 2011, sementara tahun lalu berada di 5,05 persen,” ujarnya saat memimpin Forum Konsultasi Publik penyusunan RPJMD dan RKPD, di Banjarbaru, Rabu (12/3/2025).
Selain itu, peningkatan pendapatan masyarakat juga menjadi perhatian. Isharwanto mengungkapkan, saat ini Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita Kalsel berada di angka Rp 60,2 juta per tahun. Targetnya, angka ini meningkat menjadi lebih dari Rp 105 juta per kapita pada 2029.
Dalam aspek kesejahteraan sosial, Pemprov Kalsel menargetkan penurunan angka kemiskinan menjadi 1,64-2,62 persen pada 2029, dari posisi 4,02 persen pada 2024.
Sementara tingkat pengangguran terbuka juga diharapkan turun ke kisaran 3,27-3,97 persen, dari angka 4,2 persen tahun lalu.
Untuk mencapai target tersebut, Isharwanto menekankan, strategi pembangunan Kalsel akan berfokus pada lima misi utama yakni pembangunan manusia yang unggul dan berakhlak, penguatan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi yang merata, peningkatan ketahanan terhadap perubahan iklim, serta tata kelola pelayanan publik yang lebih efisien.
“Cross-cutting antar SKPD perlu diperhatikan agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan dan memastikan seluruh program pembangunan berjalan efektif,” tambahnya.
RPJMD 2025-2030 ini juga merupakan tahap awal dari rencana jangka panjang menuju visi Kalsel sebagai Gerbang Logistik Kalimantan yang sejalan dengan target pembangunan nasional dalam Indonesia Emas 2045.














Leave a Reply