Kalseldaily.com – Banjarbaru – Kasus pembunuhan jurnalis perempuan, Juwita, semakin mengarah pada dugaan pembunuhan berencana. Penanganan kasus ini pun telah dinaikkan dari tahap penyelidikan menjadi penyidikan.
Ketua Tim Advokasi Untuk Keadilan (AUK) Juwita, Dr. M Pazri SH MH, mengungkapkan bahwa ada sejumlah indikasi yang menguatkan dugaan bahwa pembunuhan ini bukan tindakan spontan.
Salah satu indikasi yang diungkapkan adalah bahwa pelaku, yang diketahui merupakan oknum TNI AL di Balikpapan, berangkat ke Banjarbaru dengan menggunakan identitas orang lain. Selain itu, pelaku juga menghancurkan kartu identitas korban.
“Kartu identitas korban juga dihancurkan oleh pelaku J,” kata Pazri, mengutip dari Banjarmasin Post.
Lebih lanjut, Pazri menjelaskan bahwa pelaku menggunakan mobil rental untuk menemui Juwita.
Mereka bertemu di sebuah retail, di mana Juwita memarkirkan sepeda motornya sebelum pergi bersama pelaku menggunakan mobil tersebut menuju kawasan perkantoran Pemprov Kalsel di Banjarbaru.
“Ada sewa mobil, dan dalam mobil eksekusinya,” ungkap Pazri.
Hingga kini motif pembunuhan masih dalam proses penyidikan. Namun menurut Pazri, pelaku sudah mengakui perbuatannya.
“Dua bukti permulaan kalau menurut kami selaku kuasa hukum dan keluarga korban sudah terpenuhi. Dan yang paling kuat adalah adanya pengakuan dari pelaku,” jelasnya.
Sebelumnya, Juwita yang bertugas sebagai jurnalis di Banjarbaru dan Kabupaten Banjar ditemukan tewas di semak-semak kawasan Gunung Kupang, Banjarbaru, pada Sabtu (22/3/2025).
Awalnya, kematiannya diduga akibat kecelakaan lalu lintas tunggal, setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, ditemukan berbagai kejanggalan yang mengarah pada dugaan pembunuhan.
Penyelidikan kemudian mengarah pada seorang anggota TNI AL berpangkat Kelasi Satu berinisial J, yang bertugas di Lanal Balikpapan.
Pelaku akhirnya diamankan oleh Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) Balikpapan sebelum diserahkan ke Pomal Banjarmasin untuk proses lebih lanjut.
Kasus ini masih dalam pengembangan, dan pihak berwenang terus mendalami motif serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.















Leave a Reply