Kalseldaily.com Jakarta – Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali berhasil menggagalkan peredaran narkoba dengan modus baru. Dalam operasi gabungan yang melibatkan sejumlah instansi, petugas membongkar jaringan lintas pulau yang menghubungkan Sumatera Utara dan Sulawesi Tengah. Dari hasil penyelidikan, BNN menyita 985 butir ekstasi serta ratusan cairan vape yang diduga mengandung zat narkotika.
Kasus ini terungkap setelah petugas menemukan paket mencurigakan di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Paket tersebut rencananya akan dikirim ke Sulawesi Tengah. Dari temuan awal itu, tim BNN menelusuri alur distribusi hingga ke sebuah rumah kos di kawasan Medan yang diduga menjadi tempat penyimpanan sementara barang haram tersebut.
Kepala BNN RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto mengatakan, sindikat narkoba kini semakin licik dengan memanfaatkan rokok elektrik atau vape sebagai media penyamaran distribusi.
“Vape kini bukan lagi sekadar tren gaya hidup. Sindikat menjadikannya alat baru untuk menyalurkan zat terlarang tanpa menimbulkan kecurigaan,” ujar Suyudi di Jakarta, Minggu (26/10/2025).
Ia menambahkan, penyalahgunaan cairan vape mengandung narkotika sangat berbahaya karena bisa menjerumuskan generasi muda tanpa disadari.
“Banyak anak muda mengira hanya mencoba vape biasa, padahal bisa jadi cairannya sudah dicampur zat adiktif yang merusak sistem saraf secara permanen,” katanya.
Sementara itu, seluruh barang bukti cairan vape dan pil ekstasi kini tengah diperiksa di laboratorium BNN untuk memastikan kandungan zat berbahaya di dalamnya.
Suyudi juga menyoroti lemahnya pengawasan terhadap peredaran cairan vape di pasar, terutama yang berasal dari impor ilegal. Ia menyebut banyak produk masuk melalui transaksi daring atau jalur ekspedisi tanpa prosedur pengawasan yang memadai.
Untuk menutup celah itu, BNN memperkuat koordinasi dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta Kementerian Kesehatan, guna memperketat pengawasan produk vape yang beredar di Indonesia.
“Kita tidak boleh memberi ruang abu-abu dalam regulasi. Setiap celah bisa dimanfaatkan sindikat untuk meracuni masyarakat,” tegasnya. (Daily/md/Liputan6)















Leave a Reply