Menu

Mode Gelap

Ekonomi

Lima Tambang Batu Bara Terbesar di Indonesia


 Lima Tambang Batu Bara Terbesar di Indonesia Perbesar

Kalseldaily.com Banjarbaru – Industri batu bara tetap menjadi salah satu tulang punggung energi dan ekspor Indonesia. Sepanjang tahun 2024, sejumlah perusahaan besar mencatatkan produksi yang sangat tinggi, dengan wilayah operasi yang tersebar di Kalimantan dan Sumatera. Berikut lima tambang batu bara terbesar di Indonesia berdasarkan luas konsesi dan volume produksi.

1. PT Bumi Resources Tbk (BUMI)
Bumi Resources masih menjadi raksasa batu bara nasional melalui dua tambang utamanya, Kaltim Prima Coal (KPC) di Kutai Timur, Kalimantan Timur, dan Arutmin di Kalimantan Selatan. Dengan total luas konsesi mencapai sekitar 257.240 hektare, perusahaan ini mencatat produksi sekitar 74,7 juta ton pada 2024. BUMI dikendalikan oleh Salim Group dan Bakrie Group, menjadikannya salah satu perusahaan dengan jaringan bisnis energi terbesar di Indonesia.

2. PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO)
Adaro menempati posisi kedua dengan total produksi sekitar 64 juta ton pada 2024. Tambang utamanya berada di Tutupan, Wara, dan Paringin yang berlokasi di Kabupaten Tabalong dan Balangan, Kalimantan Selatan, dengan luas konsesi mencapai 26.000 hektare. Perusahaan ini dikenal dengan produk Envirocoal, batu bara ramah lingkungan dengan kadar polutan rendah. Adaro dikendalikan oleh Garibaldi “Boy” Thohir bersama keluarga Soeryadjaya di bawah bendera Adaro Group.

3. PT Bayan Resources Tbk (BYAN)
Perusahaan milik pengusaha Low Tuck Kwong ini mencatatkan produksi sekitar 59,9 juta ton pada 2024. Bayan mengoperasikan tambang besar di wilayah Tabang (Pakar) dan Muara Pahu di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, dengan total konsesi lebih dari 126.000 hektare. Bayan Resources dikenal karena efisiensi operasional yang tinggi dan valuasi pasar yang besar di Bursa Efek Indonesia.

4. PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS)
Anak usaha dari Sinar Mas Group, GEMS menjadi pemain penting di industri batu bara nasional. Produksinya pada 2024 mencapai sekitar 50,7 juta ton, dengan tambang utama Borneo Indobara (BIB) di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, serta konsesi lain di Jambi, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Tengah. Luas total konsesi GEMS mencapai sekitar 66.204 hektare. Perusahaan ini menjadi salah satu pilar utama bisnis energi Sinar Mas melalui Golden Energy and Resources Ltd yang berbasis di Singapura.

5. PT Bukit Asam Tbk (PTBA)
Sebagai satu-satunya perusahaan BUMN dalam daftar ini, Bukit Asam tetap konsisten menjaga posisi di lima besar. Pada 2024, PTBA mencatat produksi sekitar 43,3 juta ton, dengan tambang utama di Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Selain itu, PTBA juga memiliki konsesi di Ombilin (Sumatera Barat) dan Peranap (Riau) dengan total luas sekitar 65.632 hektare. Perusahaan ini berada di bawah naungan holding tambang negara MIND ID (Mining Industry Indonesia). (Daily/Fin)

Artikel ini telah dibaca 114 kali

badge-check

Writer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Lainnya

Gubernur Muhidin Pimpin RUPS Bank Kalsel, Dorong Peningkatan Layanan ke Masyarakat

5 March 2026 - 16:00

Proyek Stadion Internasional Masuk Tahap Tender, Pemko Banjarbaru Berikan Dukungan

4 March 2026 - 21:36

Cegah Kemacetan, Truk di Banjarmasin Dibatasi pada Jam Tertentu

1 March 2026 - 22:07

Mantan Bupati Tabalong Divonis Dua Tahun Tahanan Kota dalam Kasus Korupsi Bokar

28 February 2026 - 22:08

Dermaga Pasar Baru Rampung Direhabilitasi, Pedagang Soroti Kawasan Sekitar Masih Sepi

27 February 2026 - 21:25

Pemprov Kalsel Optimistis Penerbangan Internasional Dorong Ekonomi Daerah

26 February 2026 - 16:20

Trending di Banjarbaru