Menu

Mode Gelap

Daerah

Kalsel Pacu Pemulihan Lahan Kritis Lewat Penanaman Besar-Besaran Berbasis Dana REDD+


 Kalsel Pacu Pemulihan Lahan Kritis Lewat Penanaman Besar-Besaran Berbasis Dana REDD+ Perbesar

Kalseldaily.com  Banjarbaru – Upaya memulihkan lahan kritis di Kalimantan Selatan kembali dipacu melalui program penanaman skala besar yang akan digelar pada 27 November 2025. Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel menargetkan kegiatan ini menjadi langkah nyata memperkuat cadangan karbon sekaligus menekan laju deforestasi yang telah berlangsung selama satu dekade terakhir.

Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Fatimatuzzahra, menyampaikan bahwa penanaman akan memanfaatkan lahan milik Pemprov seluas 250 hektare.

Pada tahap awal, 100 hektare langsung ditanami dengan pembagian zona yang disusun untuk mendukung keberlanjutan jangka panjang. Dua zona disiapkan untuk tanaman buah produktif atau MPTS, sementara sisanya mencakup 30 hektare untuk tanaman ulin dan 20 hektare untuk eucalyptus.

Ia menegaskan bahwa kawasan penanaman ini akan menjadi contoh integrasi antara konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan. “Kita ingin memiliki hamparan ulin dalam satu kawasan, sekaligus menyediakan ruang bagi tanaman produktif yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Proses penanaman dipercayakan kepada petani hutan setempat, sedangkan pengelolaan lahan tetap berada di bawah kendali pemerintah provinsi.

Selain menanam, Dinas Kehutanan juga menyiapkan infrastruktur pendukung, termasuk jalan inspeksi dan sekat pagar. Fasilitas tersebut diharapkan menjaga kawasan tetap aman dari gangguan serta mempermudah pemeliharaan, terutama pada fase awal pertumbuhan tanaman yang sangat rentan.

Fatimatuzzahra turut mengingatkan bahwa kondisi tutupan hutan di Kalimantan Selatan terus menurun dalam kurun sepuluh tahun terakhir.

Dari 640 ribu hektare pada 2013, angka tersebut merosot menjadi 511 ribu hektare pada 2018, dan kembali turun ke 458 ribu hektare pada 2022.

Menurutnya, penurunan deforestasi yang mulai terlihat beberapa tahun terakhir tidak terlepas dari kombinasi penanaman, pengendalian perambahan, dan upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan.

Dengan dukungan pendanaan REDD+ serta berbagai program rehabilitasi lainnya, pemerintah provinsi menegaskan komitmennya untuk mengejar pemulihan ekosistem secara konsisten. (Daily/Fin/RRI)

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Writer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Lainnya

Banua Pers Community Gelar Green Action 2026, Tanam 600 Pohon dan Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

5 August 2026 - 23:31

Pemprov Kalsel Siapkan Rp4,7 Miliar untuk Benahi Paving Kawasan Sabilal Muhtadin

5 August 2026 - 08:52

Fairid Rusdi Kembali Pimpin PII Kalsel, Muswil 2026 Tegaskan Komitmen Perkuat Peran Insinyur untuk Pembangunan

2 August 2026 - 11:09

Rimba Mart Perdana Hadir di Kalsel, Dishut Dorong HHBK Naik Kelas

31 July 2026 - 03:59

Dispersip Kalsel Dorong Perpustakaan Berstandar Nasional Lewat Bimtek Akreditasi

30 July 2026 - 17:07

Perkuat Pemetaan Literasi, Dispersip Gelar Workshop IPLM dan TGM

16 July 2026 - 10:40

Trending di Pemprov Kalsel