Kalseldaily.com Banjarmasin – Dialog Kebangsaan di Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB) menghadirkan Anies Baswedan sebagai pembicara utama, Minggu (30/11).
Kehadiran mantan Gubernur DKI Jakarta itu disambut antusias ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas yang memadati ruangan kegiatan.
Dalam paparannya, Anies menekankan bahwa kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini bukanlah sepenuhnya bencana alam, melainkan akibat kebijakan manusia yang tidak berpihak pada keberlanjutan ekologis. Ia menjelaskan bahwa fenomena alam seperti badai dan topan telah terjadi sejak ribuan tahun lalu, namun kerusakan hutan dan ekosistem menyebabkan hujan berubah menjadi bencana.
“Ketika hutan digunduli, hujan bukan sekadar hujan. Ia berubah menjadi bencana,” ujar Anies. Ia menegaskan bahwa bencana ekologis seharusnya dipahami sebagai akibat keputusan manusia, bukan sekadar fenomena alam.
Anies turut menyinggung peristiwa banjir di berbagai wilayah Indonesia seperti Sumatera Barat, Aceh, dan Sumatera Utara. Menurutnya, banyak bencana dipicu oleh minimnya kebijakan publik berbasis lingkungan. Dalam perjalanan menuju Banjarmasin, ia bahkan menerima foto seekor gajah mati akibat perburuan kayu. Peristiwa itu, kata Anies, menunjukkan bagaimana kerusakan lingkungan tidak hanya merugikan manusia, tetapi juga makhluk hidup lain.
“Jika kita merusaknya hari ini, generasi berikutnya manusia maupun hewan akan mewarisi kerusakan yang tidak mereka ciptakan,” tegasnya.
Di hadapan mahasiswa, Anies menekankan pentingnya ruang akademik sebagai tempat berpikir kritis dan memahami mekanisme kebijakan publik. Ia menyebut mahasiswa harus memiliki keberanian untuk menyampaikan kritik ketika roda pemerintahan tidak berjalan sesuai prinsipnya.
“Ketika roda pemerintahan tidak berjalan sesuai aturannya, mahasiswa harus berani mengkritisi,” katanya.
Meskipun kegiatan berlangsung pada akhir pekan, antusiasme mahasiswa tampak tinggi. Presiden KM UMB Banjarmasin, Muhammad Irfan Naufal, mengatakan bahwa dialog ini telah digagas lebih dari dua bulan sebagai ruang pembelajaran yang lebih substantif bagi mahasiswa. Sementara Wakil Rektor II UMB, Yustan Azidin, Ns., M.Kep., mengapresiasi minat mahasiswa untuk menambah wawasan melalui kegiatan seperti ini.
Dialog ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Mahasiswa mengajukan beragam pertanyaan terkait isu lingkungan, pemerintahan, hingga kondisi sosial-politik nasional, yang semuanya dijawab Anies dengan penekanan pada pentingnya kebijakan publik yang berorientasi keberlanjutan. (Daily/Fin).















Leave a Reply