Kalseldaily.com Banjarbaru – Anggota DPR RI Komisi VIII Fraksi PAN, H. Sudian Noor, menyampaikan komitmennya untuk memperluas perlindungan sosial bagi guru madrasah, guru mengaji, dan pekerja rentan di Kota Banjarbaru melalui program BPJS Ketenagakerjaan. Hal tersebut disampaikan dalam acara Safety Riding dan Pelatihan Kepemimpinan yang digelar di Polres Banjarbaru, Jumat (5/12/2025).
Menurutnya, langkah ini penting agar kelompok pekerja yang rentan memiliki perlindungan yang memadai.
Program serupa sebelumnya telah dijalankan di Kabupaten Tanah Bumbu, dengan alokasi anggaran sekitar delapan miliar rupiah. Dana tersebut digunakan untuk membantu berbagai pekerja rentan, mulai dari guru ngaji, ojek online, imam masjid, hingga marbot. Keberhasilan program ini menjadi acuan untuk diperluas ke wilayah lain, termasuk Kota Banjarbaru.
H. Sudian Noor menekankan pentingnya komunikasi dengan masyarakat sebagai bagian dari upaya penyusunan program yang tepat sasaran. Aspirasi masyarakat dapat disampaikan melalui Instagram, nomor HP, atau melalui Polres, sehingga kebutuhan mereka dapat dipantau dan dijadikan dasar program.
“Kalau masyarakat senang, itu juga menjadi kebahagiaan bagi kami,” ujarnya.
Selain perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan, H. Sudian Noor juga berharap ada program pemberdayaan ekonomi bagi guru madrasah dan guru mengaji. Dengan pelatihan dan program pemberdayaan, mereka bisa memperoleh sumber pemasukan tambahan dan meningkatkan kesejahteraannya. Hal ini diharapkan dapat menciptakan guru dan pekerja rentan yang lebih mandiri.
Dalam kesempatan yang sama, ia menyampaikan apresiasi kepada BPKH yang memfasilitasi kegiatan sertifikasi amil zakat. Dengan sertifikasi tersebut, para amil memiliki kompetensi yang jelas dalam mengelola pengumpulan dan pendistribusian zakat, sehingga dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
H. Sudian Noor berharap ke depan muncul para muzaki baru dari kalangan guru madrasah dan guru mengaji. Para muzaki ini diharapkan dapat meningkatkan keberkahan bagi desa dan kelurahan masing-masing, sekaligus mendukung program pemberdayaan yang sedang dikembangkan.
Program ini, menurut H. Sudian Noor, bukan hanya soal bantuan atau perlindungan sosial, tetapi juga tentang menciptakan ekosistem kesejahteraan yang berkelanjutan. Silaturahmi dengan masyarakat diharapkan berlangsung terus-menerus agar aspirasi masyarakat dapat tersampaikan dan program dapat terus berjalan. (Daily/Fin)












Leave a Reply