Kalseldaily.com Banjarbaru – Sidang Komite Disiplin (Komdis) PSSI pada 25 November 2025 menghasilkan putusan tegas terkait kericuhan yang terjadi dalam laga Persipal FC kontra PS Barito Putera pada 22 November lalu di ajang Pegadaian Championship 2025/2026. Insiden tersebut tidak hanya merugikan jalannya pertandingan, tetapi juga memunculkan sorotan terhadap profesionalisme klub dan keamanan stadion.
Salah satu pemain Persipal FC, Rusdy Mastura, menjadi pihak pertama yang mendapat sanksi. Ia dinyatakan melakukan pelanggaran verbal setelah memaki dan melontarkan kata-kata yang dianggap menghina perangkat pertandingan.
Komdis kemudian menjatuhkan larangan memasuki Stadion Gawalise selama lima laga kandang, disertai denda Rp 25 juta sebagai bentuk peringatan keras terhadap perilaku yang merusak integritas pertandingan.
Namun persoalan tidak berhenti pada tindakan individu. Komdis menilai bahwa panitia pelaksana pertandingan (panpel) Persipal FC gagal menjamin keamanan wasit. Insiden pemukulan terhadap perangkat pertandingan menunjukkan lemahnya pengawasan dan kurangnya respons pengamanan selama laga berlangsung.
Atas kelalaian tersebut, panpel Persipal FC dijatuhi sanksi larangan menggelar pertandingan dengan penonton untuk lima laga kandang berikutnya. Selain itu, panpel juga diwajibkan membayar denda Rp 20 juta. Komdis menegaskan bahwa keamanan pertandingan bukan hanya prosedur, tetapi komitmen moral untuk memastikan setiap orang—termasuk wasit—dilindungi.
Tidak hanya panitia, klub Persipal FC secara institusi juga menerima hukuman. Komdis mencatat klub gagal menyediakan bus untuk kepulangan tim tamu PS Barito Putera setelah laga usai. Kewajiban tersebut merupakan bagian dari standar layanan profesional dalam kompetisi resmi, dan ketidaksiapannya dianggap mencederai etika tuan rumah.
Sebagai konsekuensi, Persipal FC didenda Rp 25 juta. Pelanggaran ini menjadi catatan tambahan bahwa aspek non-teknis seperti logistik dan pelayanan tim tamu merupakan tanggung jawab penting dalam penyelenggaraan pertandingan.
Rangkaian sanksi ini menjadi pesan tegas bahwa kejadian seperti pemukulan wasit, kelalaian panpel, hingga kegagalan memenuhi fasilitas dasar tidak akan ditoleransi. Komdis berharap keputusan tersebut menjadi refleksi bagi semua pihak agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kompetisi nasional. (Daily/Fin)
SC: Radar Solo















Leave a Reply