Kalseldaily.com Moskwa – Rusia menyampaikan kekhawatiran mendalam atas langkah negara-negara NATO yang mulai mengerahkan personel militer ke Greenland, sebuah pulau di kawasan Arktik yang kaya sumber daya mineral dan semakin memiliki nilai strategis. Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya rivalitas geopolitik di wilayah lintang tinggi itu.
Keprihatinan Moskwa disampaikan setelah Perancis, Swedia, Jerman, dan Norwegia pada Rabu (15/1/2026) mengumumkan rencana pengiriman pasukan ke Nuuk, ibu kota Greenland, untuk menjalankan misi pengintaian.
Langkah itu dilakukan tak lama setelah pertemuan pejabat Amerika Serikat, Denmark, dan Greenland di Washington gagal meredakan ambisi Presiden AS Donald Trump terkait pulau otonom milik Denmark tersebut.
Trump sebelumnya menegaskan bahwa Greenland memiliki nilai strategis yang sangat penting bagi kepentingan keamanan Amerika Serikat.
Ia bahkan menyatakan bahwa tanpa kendali Washington, pulau tersebut berpotensi berada di bawah pengaruh China atau Rusia.
“Kami menilai perkembangan situasi di wilayah Arktik ini sangat mengkhawatirkan,” demikian pernyataan Kedutaan Besar Rusia di Belgia yang dirilis pada Rabu (14/1/2026).
Dalam pernyataan itu, Rusia menuduh NATO terus memperluas kehadiran militernya dengan alasan yang dianggap tidak berdasar, yakni adanya ancaman yang meningkat dari Moskwa dan Beijing.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari Kementerian Luar Negeri Rusia maupun Kremlin mengenai pengerahan pasukan NATO tersebut.
Pernyataan dari kedua lembaga itu dinilai memiliki pengaruh politik yang lebih besar dibandingkan pernyataan perwakilan diplomatik.
Ketegangan di kawasan Arktik memang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Rusia dan NATO sama-sama memperkuat posisi militernya di wilayah tersebut, seiring perubahan iklim yang menyebabkan es laut mencair.
Kondisi ini membuka jalur pelayaran baru serta peluang eksploitasi sumber daya alam, termasuk pertambangan.
Di sisi lain, sikap dan pernyataan Trump mengenai Greenland disebut telah menimbulkan tekanan internal yang signifikan di tubuh NATO.
Menurut pandangan Rusia, perbedaan sikap di antara negara-negara anggota aliansi terkait isu Greenland membuat proses pengambilan keputusan bersama menjadi semakin sulit diprediksi.
Greenland kini dipandang sebagai simbol baru persaingan geopolitik di Arktik, di mana kepentingan keamanan, ekonomi, dan rivalitas kekuatan besar saling bertemu di kawasan yang kian strategis. (Daily/Fin)















Leave a Reply