Kalseldaily.com Banjarbaru – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kalimantan Selatan melakukan survei jalur menuju Kabupaten Kotabaru sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan Operasi Ketupat Intan 2026. Survei ini dilakukan menyusul masih adanya sejumlah ruas jalan yang dinilai rawan kecelakaan lalu lintas.
Kegiatan survei tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Lalu Lintas Polda Kalsel, Kombes Pol Fahri Siregar, dengan tujuan memetakan tingkat risiko kecelakaan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan sarana dan prasarana keselamatan jalan.
Fahri mengatakan, jalur menuju Kotabaru menjadi perhatian khusus karena memiliki karakteristik tertentu dan sejumlah titik rawan kecelakaan yang perlu ditinjau langsung di lapangan.
“Jalur menuju Kotabaru memiliki karakteristik tertentu dan sejumlah ruas rawan kecelakaan, sehingga perlu dilakukan peninjauan langsung,” katanya, Senin (26/1/2026).
Berdasarkan hasil observasi, Fahri menjelaskan masih ditemukan beberapa kondisi jalan yang berpotensi menimbulkan kecelakaan. Di antaranya terdapat ruas jalan berpasir, kondisi jalan yang rusak, serta tikungan tajam yang membutuhkan kewaspadaan ekstra dari pengguna jalan.
Dalam kesempatan itu, Fahri juga mengapresiasi jajaran Satlantas Polres Kotabaru bersama Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) yang telah melakukan berbagai upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni penyediaan sebanyak 600 penerangan jalan umum di sejumlah ruas jalan di wilayah Kabupaten Kotabaru.
“Semoga segala upaya ini bisa menekan angka laka lantas di musim mudik Lebaran tahun ini,” harapnya.
Selain kesiapan sarana dan prasarana, Fahri juga menekankan pentingnya kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas agar Operasi Ketupat Intan 2026 dapat berjalan dengan aman dan lancar.
“Masyarakat agar mematuhi aturan lalu lintas, terutama batas kecepatan, karena hal tersebut sangat berpengaruh terhadap tingkat fatalitas kecelakaan,” ucapnya.
Usai melakukan survei di wilayah Kotabaru, rombongan Ditlantas Polda Kalsel melanjutkan peninjauan jalur utara menuju Banjarbaru hingga perbatasan Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah.
Ditlantas Polda Kalsel juga mencatat, sepanjang tahun 2025 angka kecelakaan lalu lintas di Kalimantan Selatan berhasil ditekan secara signifikan, dari 389 jiwa menjadi 266 jiwa.














Leave a Reply