Menu ✖

Mode Gelap

Ekonomi

Anggaran SPAM Regional Tanah Bumbu–Kotabaru Diperkirakan Rp300 Miliar


 Anggaran SPAM Regional Tanah Bumbu–Kotabaru Diperkirakan Rp300 Miliar Perbesar

Kalseldaily.com Tanah bumbu – Estimasi anggaran pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) regional Tanah Bumbu–Kotabaru atau Saijaan–Bersujud diperkirakan mencapai Rp300 miliar. Proyek strategis ini disiapkan untuk menopang kebutuhan air bersih kawasan penyangga, kawasan industri, hingga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di pesisir selatan Kalimantan Selatan.

Melalui Dinas PUPR Kalimantan Selatan, perencanaan SPAM regional telah dilakukan sejak 2023 hingga 2025. Tahapan perencanaan mencakup survei kebutuhan riil (real demand survey), kajian lingkungan, hingga penyusunan dokumen detail engineering design (DED).

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kalsel, Ryan Tirta Nugraha, menjelaskan kesiapan perencanaan menjadi dasar perhitungan kebutuhan anggaran pembangunan SPAM regional tersebut. Proyek ini diproyeksikan sebagai tulang punggung pasokan air bersih bagi kawasan strategis yang terus berkembang.

“Perencanaannya sudah matang. Harapannya SPAM ini nantinya bisa mengalir dan mendukung kebutuhan air bersih untuk kawasan pendukung, kawasan ekonomi khusus, serta kawasan industri,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (24/2/2026).

Salah satu sasaran utama SPAM regional ini adalah KEK Pelabuhan Mekar Putih di Kabupaten Tanah Bumbu. Ketersediaan air bersih dinilai menjadi faktor krusial bagi keberlanjutan aktivitas industri dan kawasan pendukungnya.

“Sudah banyak perencanaan yang disiapkan untuk mendukung KEK Pelabuhan Mekar Putih. Kawasan ini berkembang pesat, sehingga kebutuhan air bersih menjadi sangat penting,” ungkap Ryan.

Selain menopang kawasan ekonomi, jaringan SPAM regional Tanah Bumbu–Kotabaru juga direncanakan menjangkau Pulau Laut, wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan sumber air baku. Kehadiran SPAM regional diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Untuk tahun 2026, fokus pembangunan masih diarahkan pada pengamanan dan pembebasan lahan. Namun hingga kini, lahan yang diajukan kepada pemerintah kabupaten dan kota setempat belum sepenuhnya dibebaskan.

“Kami harapkan lahan yang diminta bisa segera dibebaskan oleh teman-teman kabupaten/kota. Dengan begitu, pada tahun berikutnya kami dapat mulai menganggarkan kegiatan konstruksinya,” jelasnya.

Sementara itu, pengembangan jaringan SPAM menuju Pulau Laut masih menunggu kepastian penyelesaian pembangunan Jembatan Pulau Laut. Dari sisi teknis, PUPR Kalsel tengah mempertimbangkan efisiensi antara penggunaan pipa bawah laut atau memanfaatkan jaringan di atas jembatan. Opsi jaringan di atas jembatan dinilai lebih mudah dalam pemeliharaan dan memiliki risiko gangguan yang lebih kecil.

“SPAM regional ini bukan hanya soal air bersih, tetapi menjadi prasyarat penting bagi keberlanjutan kawasan industri dan KEK yang terus berkembang di Tanah Bumbu dan Kotabaru,” tandas Ryan. (Daily/Fin)

Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Writer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Lainnya

Kukuhkan Ratusan Wisudawan, Ketua Yayasan Darul Azhar H. Sudian Noor Tegaskan Pentingnya Transformasi Kesehatan

7 October 2026 - 20:24

BSU Kemnaker Rp 900.000 untuk Siapa? Cek Syaratnya!

4 October 2026 - 08:03

Sidak Lapangan, Wali Kota Banjarbaru Dorong DKP3 Perkuat Sektor Pertanian

1 October 2026 - 18:13

Pemko Banjarbaru Dorong Dewan Kesenian Perkuat Ekosistem Seni dan Budaya

30 September 2026 - 20:54

Sekda Hadiri Tradisi Baayun Maulid di Masjid Keramat Al-Mukarromah Tapin

25 August 2026 - 21:59

Dispersip Tanah Bumbu Perluas Fungsi Perpustakaan Lewat Workshop Desain

12 August 2026 - 21:39

Trending di Tanah Bumbu