Kalseldaily.com Banjarmasin – Jembatan penghubung Cemara Ujung–Sungai Andai atau Jembatan Cemara Ujung–Sungai Andai (Cusa) di Kota Banjarmasin hingga kini belum juga difungsikan, meski pembangunan fisiknya telah rampung sejak Desember 2025.
Jembatan sepanjang 260 meter dengan lebar 3,5 meter itu dibangun dalam dua tahap dengan total anggaran sekitar Rp36 miliar. Keberadaannya diharapkan mampu mengurai kemacetan sekaligus memperpendek waktu tempuh menuju kawasan Cemara Ujung dan Sungai Andai.
Belum difungsikannya jembatan tersebut memicu keluhan dari warga sekitar. Suratno, salah seorang warga setempat, mengaku heran karena jembatan yang telah selesai dibangun beberapa bulan lalu masih belum bisa digunakan.
“Kalau memang masih ada pekerjaan yang belum tuntas, harapannya bisa segera dilanjutkan. Kami sudah lama menunggu jembatan ini bisa difungsikan,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).
Keluhan serupa juga disampaikan Fendi, pemilik warung di sekitar lokasi jembatan. Menurutnya, hampir setiap hari ada warga yang datang untuk melihat kondisi jembatan dan menanyakan kapan jembatan tersebut bisa dilintasi.
“Sudah pernah diuji coba, tapi setelah itu tidak ada kabar lagi kapan dioperasikan,” katanya.
Fendi menduga keterlambatan operasional jembatan disebabkan akses jalan di kedua sisi jembatan yang belum sepenuhnya rampung, termasuk pembangunan gorong-gorong.
Meski belum dibuka secara resmi, sebagian warga sudah mulai melintasi jembatan dengan berjalan kaki. Namun kondisi lantai jembatan dinilai cukup licin, terutama saat hujan.
“Mungkin nanti bisa dilapis beton atau aspal supaya lebih aman. Intinya kami berharap segera selesai karena ini sangat dibutuhkan sebagai jalur alternatif,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Banjarmasin, Suri Sudarmadiyah, sebelumnya menjelaskan bahwa meskipun pembangunan jembatan telah rampung dan sempat dilakukan uji coba, masih diperlukan penguatan pada bagian oprit, khususnya di sisi Sungai Andai.
Menurutnya, posisi ujung jembatan yang berada di tikungan sungai membuat konstruksi berpotensi terdampak tumbukan arus air. Berdasarkan hasil kajian tim ahli dari Universitas Lambung Mangkurat, desain awal jembatan perlu penyesuaian sehingga diperlukan pekerjaan tambahan berupa penguatan struktur.
“Jadi ada perkuatan terlebih dahulu, terutama di sisi Sungai Andai. Kalau tidak, akan berpengaruh pada fungsi jembatan ke depan,” jelasnya.
Ia menambahkan pekerjaan penguatan tersebut memerlukan tambahan anggaran yang saat ini masih dalam tahap perhitungan. (Daily/Fin)
SC: Kalselmaju











Leave a Reply