Kalseldaily.com Banjar – Kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kabupaten Banjar masih menjadi perhatian serius. Hingga akhir 2025, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banjar mencatat terdapat 245 pasien HIV, dengan 67 kasus baru ditemukan sepanjang tahun tersebut.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Banjar, Marzuki, mengatakan sebagian besar penderita berada pada usia produktif, yakni 17 tahun ke atas. Dari jumlah kasus baru, sekitar 39 persen berasal dari kelompok Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL).
“Penempatan LSL sebagai populasi kunci bukan untuk melabeli, melainkan strategi kesehatan masyarakat agar intervensi pencegahan, skrining, dan pengobatan lebih efektif,” ujarnya.
Officer Kasus HIV Dinkes Banjar, Nanda Media
Caesaria, menyebut stigma di masyarakat masih menjadi hambatan utama. Banyak penderita enggan memeriksakan diri karena takut diketahui lingkungan sekitar.
“Pendekatan kami menekankan edukasi kesehatan, konseling, dan membangun kepercayaan agar mereka bersedia melakukan pemeriksaan dan pengobatan,” jelasnya.
Untuk menekan penyebaran HIV, Dinkes Banjar melakukan skrining melalui 24 UPTD Puskesmas di seluruh wilayah. Pemeriksaan dilakukan pada kelompok rentan, termasuk ibu hamil dan pasien tuberkulosis (TB) paru, menggunakan rapid test HIV.
Seluruh layanan pemeriksaan dan pengobatan HIV di fasilitas kesehatan pemerintah diberikan secara gratis. Pasien juga mendapatkan obat antiretroviral (ARV) untuk menekan perkembangan virus.
Secara nasional, Kementerian Kesehatan menargetkan capaian Three Zero pada 2030, yakni nol kasus baru HIV, tidak ada kematian akibat AIDS, dan tidak ada diskriminasi terhadap penyintas HIV.
Dinkes Banjar menyatakan komitmennya untuk mendukung target tersebut melalui edukasi, konseling, dan pemeriksaan rutin. (Daily/Fin)















Leave a Reply