Menu

Mode Gelap

Banjarbaru

Antisipasi Karhutla, Dinsos Kalsel Siapkan Posko Respons Cepat di Banjarbaru


 Antisipasi Karhutla, Dinsos Kalsel Siapkan Posko Respons Cepat di Banjarbaru Perbesar

Kalseldaily.com Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan menyiapkan skema respons cepat untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diperkirakan meningkat pada musim kemarau tahun ini.

Langkah tersebut dilakukan menyusul prediksi musim kemarau panjang yang dipicu fenomena El Nino, yang berpotensi memperparah kondisi kekeringan di sejumlah wilayah rawan di Kalsel.

Kepala Bidang Penanganan Bencana Dinsos Kalsel, Achmadi, mengatakan kesiapsiagaan tidak hanya difokuskan pada koordinasi lintas sektor, tetapi juga memastikan seluruh sumber daya siap digerakkan sewaktu-waktu.

“Memasuki musim kemarau yang diprediksi cukup panjang akibat El Nino, kami diminta meningkatkan kerja sama dengan berbagai pihak, khususnya dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan seperti yang telah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).

Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini Dinsos Kalsel akan memusatkan posko penanganan di kantor baru yang berada di Banjarbaru. Posko tersebut akan menjadi pusat kendali untuk mempercepat mobilisasi bantuan ketika karhutla terjadi.

“Kami siapkan kekuatan penuh, baik peralatan maupun kendaraan operasional kebencanaan. Posko juga akan berada di kantor baru sehingga memudahkan mobilisasi dan mempercepat respons di lapangan,” jelas Achmadi.

Selain posko, dukungan logistik dan kesiapan personel juga mulai dipastikan sejak dini. Hal ini penting mengingat karhutla tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memicu kebutuhan bantuan sosial bagi masyarakat terdampak.

Sejumlah wilayah yang kembali masuk dalam daftar daerah rawan antara lain Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, serta Banjarbaru, terutama ketika kondisi cuaca kering berlangsung dalam waktu lama.

Meski pemetaan detail wilayah rawan menjadi kewenangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinsos tetap mengacu pada pengalaman penanganan sebelumnya untuk memperkuat kesiapsiagaan.

“Untuk pemetaan detail memang menjadi kewenangan BPBD, namun kami tetap mengacu pada pengalaman sebelumnya dan siap mendukung penuh dalam penanganan di lapangan,” tambahnya.

Dengan pola kemarau yang diperkirakan lebih panjang tahun ini, pendekatan respons cepat dinilai menjadi kunci agar bantuan dapat segera menjangkau masyarakat terdampak. (Daily/Fin)

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Writer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Lainnya

Invasi Ikan Sapu-Sapu Ancam Ekosistem Sungai di Banjarbaru

16 April 2026 - 13:00

129 ASN Kalsel Resmi Disumpah, Gubernur: Jaga Integritas dan Jauhi Judi Online

15 April 2026 - 10:57

Hasnuryadi Sulaiman Hadiri Halal Bihalal dan Milad ke-58 HM Rosehan NB

13 April 2026 - 12:36

Gubernur Kalsel Resmikan Dermaga Pasar Terapung di TMII, Angkat Budaya Banua ke Kancah Nasional

11 April 2026 - 22:26

Pembebasan Lahan Bendungan Riam Kiwa Disiapkan Rp150 Miliar

9 April 2026 - 14:09

Meriah, Hasnuryadi Sulaiman Hadiri Puncak Hari Jadi ke-23 Kabupaten Balangan

8 April 2026 - 20:08

Trending di Daerah