Kalseldaily.com Jakarta – Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PAN, H. Sudian Noor memberikan peringatan keras kepada Kementerian Haji dan Umrah terkait persiapan penyelenggaraan ibadah haji Tahun 1447H/2026M, khususnya menyangkut kebijakan penempatan akomodasi jemaah di Kota Makkah.
Hal tersebut disampaikan H. Sudian Noor dalam Rapat Kerja dengan Kementerian Haji dan Umroh dan Rapat Denggar Pendapat dengan Kepala Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji di Gedung Nusantara DPR RI, Jakarta, Selasa (14/04/2026) pagi.
Dalam Rapat Kerja tersebut, H. Sudian Noor menyoroti munculnya kawasan pemondokan baru di Aziziyah yang berjarak lebih dari 8,5 kilometer dari Masjidil Haram. Padahal, sebelumnya telah disepakati bahwa penempatan jemaah hanya berada di empat kawasan utama dengan jarak maksimal 4.500 meter.
“Ini tidak sejalan dengan kesepakatan yang telah dibangun bersama. Jangan sampai dalam tahap persiapan justru muncul kebijakan yang berpotensi menurunkan kualitas layanan bagi jemaah,” ujar H. Sudian Noor.
H. Sudian Noor menilai kondisi ini sebagai peringatan dini (early warning) yang harus segera ditindaklanjuti, sebelum menimbulkan persoalan yang lebih besar saat pelaksanaan haji berlangsung.

Selain persoalan jarak, H. Sudian Noor juga menyoroti potensi ketidakadilan dari sisi biaya. Pemondokan yang lebih jauh dinilai seharusnya memiliki beban biaya yang berbeda.
“Kalau jaraknya hampir dua kali lipat lebih jauh, apakah ada skema kompensasi bagi jemaah? Jika tidak, ini berpotensi menimbulkan ketidakadilan dalam pelayanan,” ujarnya.
Lebih lanjut, beliau juga menegaskan bahwa pembentukan Kementerian Haji dan Umrah harus membawa dampak positif bagi peningkatan kualitas layanan.
“Sesuai arahan Presiden, dengan dibentuknya Kementerian Haji dan Umrah, pelayanan haji harus semakin baik, bukan malah sebaliknya,” lanjutnya.
Lebih lanjut ditekankan, bahwa rapat kerja ini bukan sekadar formalitas, melainkan momentum penting untuk memastikan seluruh kebijakan tetap konsisten dengan kesepakatan dan berpihak pada kenyamanan jemaah. (Daily).















Leave a Reply