Bnajarmasin, KalselDaily.com – Ketua DPRD Kota Banjarmasin Rikval Fachruri menegaskan bahwa bonus demografi hanya akan menjadi keuntungan bagi daerah apabila mampu diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda. Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Dialog Pemuda Kota Banjarmasin Tahun 2026 yang digelar di Aula Kayuh Baimbai, Balai Kota Banjarmasin, Rabu (24/6/2026).
Kegiatan bertema “Kami Kawa Unggul Menyongsong Bonus Demografi demi Mewujudkan Banjarmasin Maju Sejahtera” tersebut dihadiri ratusan perwakilan organisasi kepemudaan dan mahasiswa sebagai ruang dialog antara pemerintah, legislatif, dan generasi muda dalam menyusun arah pembangunan Kota Banjarmasin.
Rikval mengatakan, bonus demografi merupakan momentum penting yang tidak boleh disia-siakan. Menurutnya, jumlah penduduk usia produktif yang besar harus mampu diubah menjadi kekuatan pembangunan melalui peningkatan kualitas pendidikan, keterampilan, karakter, dan daya saing pemuda.
“Pemuda Banjarmasin harus mampu menjawab tantangan bonus demografi. Jangan sampai kita hanya memiliki jumlah yang besar, tetapi tidak memiliki kualitas yang mampu bersaing. Karena itu, kita harus benar-benar menjadi pemuda yang unggul, produktif, inovatif, dan berakhlak mulia,” ujarnya.
Ia menilai dialog seperti ini menjadi ruang strategis untuk mempertemukan aspirasi pemuda dengan kebijakan pemerintah daerah. Berbagai ide, gagasan, dan inovasi dari generasi muda, menurutnya, harus mendapat ruang agar dapat diwujudkan menjadi program nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Ini adalah ruang di mana aspirasi bertemu dengan kebijakan, di mana ide-ide muda dapat menjadi jalan menuju kemajuan bersama. Pemuda jangan hanya menjadi penonton pembangunan, tetapi harus menjadi pelaku utama yang ikut menentukan masa depan Kota Banjarmasin,” katanya.
Ketua DPRD Kota Banjarmasin itu juga mengapresiasi kolaborasi yang dibangun Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata dalam memfasilitasi pengembangan potensi generasi muda.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, organisasi kepemudaan, perguruan tinggi, hingga komunitas menjadi kunci agar tidak ada potensi pemuda yang terabaikan.
“Bersama Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga, kami ingin memastikan tidak ada potensi anak muda yang terbuang. Setiap pemuda memiliki kesempatan untuk berkembang, berkarya, dan berkontribusi bagi kemajuan daerah,” tegasnya.
Rikval juga mengajak seluruh pemuda untuk terus meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan, serta memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai sarana meningkatkan produktivitas dan daya saing. Ia optimistis, apabila potensi tersebut dikelola dengan baik, Kota Banjarmasin akan memiliki generasi muda yang mampu menjadi motor penggerak pembangunan.
Dialog Pemuda Kota Banjarmasin 2026 dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj. Ananda yang mewakili Wali Kota Banjarmasin. Selain Rikval Fachruri, kegiatan tersebut juga menghadirkan Kasi Pidsus Kejari Banjarmasin Mirzantio Erdinanda, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdako Banjarmasin Taufik Rivani, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Banjarmasin Ibnu Sabil, Ketua KNPI Kota Banjarmasin Muhammad Arifin, serta Dosen UIN Antasari Alfinnor Effendy sebagai narasumber. (Daily/md)











Leave a Reply