Menu

Mode Gelap

Pemprov Kalsel

Workshop Pengelola Perpustakaan Kalsel Perkuat Kapasitas dan Inovasi Layanan


 Workshop Pengelola Perpustakaan Kalsel Perkuat Kapasitas dan Inovasi Layanan Perbesar

Kalseldaily.com Banjarmasin – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Workshop Pengelola Perpustakaan Kalimantan Selatan di Banjarmasin, Rabu (26/8/2026). Kegiatan ini menjadi wadah peningkatan kapasitas pengelola perpustakaan sekaligus penguatan inovasi layanan dan budaya literasi di daerah.

Workshop diikuti jajaran pejabat struktural dan fungsional, kepala dinas yang membidangi perpustakaan, serta perwakilan pustakawan kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan.

Kepala Dispersip Kalsel Sri Mawarni melalui Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Perpustakaan, Adethia Hailina, mengatakan kegiatan tersebut memiliki arti strategis dalam meningkatkan kualitas pengelolaan perpustakaan di seluruh wilayah Kalsel.

Menurutnya, perpustakaan saat ini tidak lagi sekadar menjadi tempat penyimpanan buku. Fungsinya terus berkembang sebagai pusat pembelajaran, inovasi, dan pengembangan literasi masyarakat.

“Perpustakaan bukan hanya tempat menyimpan buku, tetapi juga pusat pembelajaran, inovasi, dan pengembangan literasi masyarakat,” ujar Adethia.

Karena itu, pengelola perpustakaan dituntut terus meningkatkan kompetensi dan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi informasi, kebutuhan masyarakat, serta standar pelayanan yang semakin tinggi.

“Pengelola perpustakaan dituntut untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi, kebutuhan masyarakat, serta standar layanan yang semakin tinggi,” katanya.

Adethia menjelaskan, workshop diarahkan untuk memperkuat pemahaman pengelola terhadap manajemen perpustakaan modern sekaligus mendorong lahirnya berbagai inovasi pelayanan berbasis teknologi.

Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi forum untuk memperkuat sinergi antara perpustakaan daerah, perpustakaan sekolah, dan masyarakat.

“Melalui workshop ini, saya berharap kita dapat meningkatkan kapasitas pengelola dalam manajemen perpustakaan modern, membangun sinergi antara perpustakaan daerah, sekolah, dan masyarakat, serta mendorong inovasi layanan berbasis teknologi untuk memperkuat budaya literasi,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta juga didorong untuk tetap kreatif dalam mengembangkan program perpustakaan di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

Menurut Adethia, keterbatasan anggaran tidak boleh menghentikan upaya pengelola dan pegiat literasi dalam menghadirkan program yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Kita memang sekarang sedang menghadapi masa-masa efisiensi anggaran, tetapi mudah-mudahan dengan efisiensi ini tidak menghentikan kita untuk berkarya dan berkreativitas,” ujarnya.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Writer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Lainnya

Lokasi Dugaan Tambang Emas di Paau Dipasangi Police Line, Polhut Siaga

11 September 2026 - 15:31

Rikval Fachruri: Perda Kepemudaan Dorong Pemuda Jadi Pelaku Pembangunan

7 September 2026 - 15:16

Timwas DPR Nilai Pelaksanaan Haji 2026 Lebih Baik, Sejumlah Fasilitas Tetap Jadi Sorotan

3 September 2026 - 17:02

Cegah Kecelakaan Berulang, Satlantas Tanbu Pasang Rambu Chevron dan Batas Kecepatan di KM 71,5 Mantewe

31 August 2026 - 17:55

Kunjungi Lokasi Karhutla, Sudian Noor Soroti Kesehatan dan Keselamatan Relawan

28 August 2026 - 21:20

Dispersip Kalsel Petakan Kebutuhan Pustakawan, ABK Jadi Dasar Penataan Formasi di Daerah

27 August 2026 - 23:42

Trending di Pemprov Kalsel