Menu

Mode Gelap

Hulu Sungai Utara

Video 14 Detik Viral, Guru Hajar Murid di Amuntai


 Video 14 Detik Viral, Guru Hajar Murid di Amuntai Perbesar

Kalseldaily.com Amuntai – Suasana SMA Negeri 2 Amuntai, Hulu Sungai Utara, mendadak jadi sorotan publik setelah sebuah rekaman video singkat berdurasi 14 detik tersebar luas di media sosial. Dalam video itu, seorang pria yang diduga guru terlihat memukul seorang murid di dalam kelas.

Video tersebut pertama kali muncul di platform X lewat akun @sigittony4 dan @neVerAl0nely, lalu dengan cepat menyebar ke WhatsApp. Tak lama kemudian, akun Instagram @habarbanua juga mengunggahnya pada Senin (22/9/2025). Publik pun langsung bereaksi.

“Layak dilaporkan kalo ini, seperti itukah sikap seorang pendidik? Itu preman atau guru?” tulis salah seorang netizen yang geram.

Banyak komentar serupa bermunculan. Warganet menilai tindakan pemukulan, apapun alasannya, tidak pantas dilakukan seorang tenaga pendidik di depan murid. Apalagi peristiwa itu terjadi di ruang kelas, tempat yang seharusnya menjadi ruang belajar dan pembinaan karakter.

Di tengah derasnya kritik, muncul informasi bahwa pria dalam video tersebut merupakan guru Fisika di SMAN 2 Amuntai. Namun, hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah belum memberikan klarifikasi.

Dinas Pendidikan Kalimantan Selatan juga ikut angkat bicara. Mereka menyayangkan tindakan yang diduga dilakukan guru tersebut.

“Apapun alasannya, kekerasan di sekolah tidak bisa dibenarkan,” demikian pernyataan Disdik yang beredar di media lokal.

Meski demikian, belum ada penjelasan resmi terkait motif di balik peristiwa itu. Identitas siswa yang dipukul pun masih dirahasiakan, termasuk kondisi fisik maupun psikologisnya.

Masyarakat kini menunggu langkah tegas dari pihak sekolah dan Dinas Pendidikan. Mereka mendesak agar investigasi segera dilakukan, dan bila terbukti benar ada pelanggaran, guru yang bersangkutan harus mempertanggungjawabkan tindakannya, baik secara etika maupun hukum.

Kasus ini menambah panjang daftar kekerasan di lingkungan pendidikan yang terus menuai kritik. Publik berharap peristiwa di Amuntai ini menjadi momentum untuk mempertegas kembali komitmen dunia pendidikan dalam menciptakan sekolah yang aman, ramah, dan bebas kekerasan bagi anak-anak. (*)

Artikel ini telah dibaca 151 kali

badge-check

Writer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Lainnya

Genjot Ekonomi Daerah, HSU Bekali UMKM Skill Konten Digital

1 April 2026 - 20:06

Cakupan Imunisasi Belum Merata, Tiga Daerah Kalsel Terdeteksi Kasus Campak

30 March 2026 - 21:33

Pengawasan Ditingkatkan, Wisata Candi Agung Amuntai Tetap Aman Saat Libur Lebaran

24 March 2026 - 22:54

Bupati HSU Tinjau Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Rawat Inap Babirik

18 March 2026 - 22:43

Safari Ramadan, Bupati HSU Umumkan Program Bedah Rumah Rp12 Miliar

8 March 2026 - 22:19

Pemkab HSU Gelontorkan Rp13,6 Miliar Bonus Atlet Porprov Kalsel XII 2026

18 February 2026 - 21:21

Trending di Daerah