Kalseldaily.com Banjarmasin – Puncak Haul ke-79 Al Habib Hamid bin Abbas Bahasyim atau Habib Basirih di Kompleks Makam Kubah Basirih, Kecamatan Banjarmasin Selatan, berlangsung khidmat dan penuh antusiasme, Minggu (9/11/2025). Ribuan jamaah dari berbagai daerah di Kalimantan bahkan luar pulau memadati kawasan tersebut sejak pagi hari.
Ketua Panitia Pelaksana, Abdul Mun’iem, mengatakan sekitar 500 relawan dikerahkan untuk menjaga kelancaran kegiatan, khususnya di sektor transportasi dan keamanan. Untuk mengurai kemacetan di jalur darat, panitia menyiapkan 15 unit perahu mesin (klotok), kapal feri penyeberangan, serta beberapa speed boat sebagai jalur alternatif melalui sungai.
“Kami belajar dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini, pengaturan arus lalu lintas dan parkir menjadi prioritas agar haul berjalan lancar dan tertib,” ujarnya.
Kendati berbagai langkah antisipasi telah disiapkan, kemacetan panjang tetap terjadi di Jalan Gubernur Subardjo, terutama dari arah Trisakti menuju Jembatan Basirih. Ribuan kendaraan terpantau memadati jalur tersebut, bahkan sebagian pengendara memilih memarkir sepeda motor di atas jembatan karena padatnya area sekitar kubah. Petugas dari Dinas Perhubungan, kepolisian, dan panitia haul terlihat berjibaku mengatur arus kendaraan agar tidak terjadi penumpukan lebih parah.
Di sepanjang jalan menuju lokasi haul, sejumlah posko relawan berdiri membagikan makanan dan minuman kepada jamaah yang melintas. Sementara itu, dari pengeras suara di pintu masuk kawasan Basirih terdengar pengumuman bahwa akses menuju lokasi utama sudah ditutup karena penuh.
“Mohon maaf ulunlah, sudah kada kawa lagi masukan buhan Pian,” terdengar suara panitia melalui toa di tengah kerumunan jamaah.
Meski sempat diguyur rintik hujan, rangkaian acara berlangsung kondusif tanpa gangguan berarti. Jamaah tetap khusyuk mengikuti doa dan dzikir bersama, baik secara langsung di lokasi maupun melalui siaran live streaming yang disediakan panitia. Sejumlah warga mengaku haul kali ini terasa lebih meriah dan teratur dibanding tahun sebelumnya.
“Saya datang setiap tahun bersama keluarga. Haul ini bukan sekadar acara doa, tapi juga ajang silaturahmi antarjamaah dari berbagai daerah,” ujar Fatimah, warga Banjarmasin.
Habib Basirih, atau Habib Hamid bin Abbas Bahasyim, dikenal sebagai ulama besar Kalimantan Selatan yang hidup pada masa penjajahan Belanda dan Jepang. Sifat zuhud dan ketawadukannya membuat beliau sangat dihormati. Hingga kini, makamnya di Kubah Basirih menjadi pusat ziarah dan simbol persaudaraan umat yang terus hidup di hati masyarakat Banua. (Daily/Fin)














Leave a Reply