Kalseldaily.com Kotabaru – Fenomena kelompok LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, dan Transgender) di Bumi Saijaan mulai menunjukkan perubahan pola interaksi di tengah masyarakat. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotabaru mencatat, kelompok transgender kini cenderung lebih terbuka tampil di ruang publik dibandingkan kelompok lainnya yang masih memilih bergerak secara tertutup.
Kepala Dinas Kesehatan Kotabaru, Erwin Simanjuntak, mengatakan dinamika tersebut menjadi perhatian pihaknya dalam pemetaan kelompok berisiko terhadap penularan penyakit menular seksual.
“Memang ada (LGBT di Kotabaru). Khususnya transgender, mereka belakangan ini lebih terbuka dan berani muncul di masyarakat. Sementara kelompok lainnya seperti gay, lesbian, dan biseksual masih cenderung tertutup atau bergerak hening,” ujar Erwin kepada Radar Banjarmasin.
Menurutnya, keterbukaan informasi tersebut penting bagi Dinkes dalam merancang langkah pencegahan dan pengendalian penyakit, khususnya HIV/AIDS.
Berdasarkan data kumulatif sejak 2015 hingga awal 2025, tercatat sebanyak lima kasus HIV ditemukan pada kelompok LGBT di Kotabaru.
Meski jumlah tersebut relatif kecil, kewaspadaan tetap ditingkatkan. Pasalnya, secara keseluruhan kasus HIV di Kotabaru masih ditemukan setiap tahun.
Pada 2025 saja, Dinkes mencatat sebanyak 27 kasus baru HIV. Meski dari jumlah tersebut tidak ada yang berasal dari kelompok LGBT pada tahun berjalan, kelompok ini tetap menjadi salah satu sasaran program pencegahan HIV/AIDS.
Erwin menegaskan, pendekatan yang dilakukan pihaknya lebih mengedepankan cara persuasif dan edukatif agar seluruh masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan tanpa merasa takut ataupun terstigma.
“Yang kami lakukan adalah pendekatan kesehatan masyarakat. Semua warga harus mendapatkan akses layanan kesehatan yang layak,” pungkasnya. (Daily/Fin)
SC: RB















Leave a Reply