pKalseldaily.com Banjarbaru – Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, Pemprov Kalsel memastikan ketersediaan hewan kurban di Banua dalam kondisi aman. Bahkan, stok sapi yang disiapkan tahun ini diperkirakan surplus ribuan ekor dibanding kebutuhan masyarakat.
Kepala Disbunnak Kalsel, Suparmi, melalui Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Edi Santosa, mengatakan pihaknya telah melakukan proyeksi kebutuhan hewan kurban berdasarkan tren pemotongan pada tahun-tahun sebelumnya.
“Untuk sapi, ketersediaannya sekitar 17.047 ekor, sementara kebutuhan diperkirakan 13.579 ekor. Jadi masih surplus sekitar 3.468 ekor,” katanya di Banjarbaru, Rabu (20/5/2026).
Selain sapi, Disbunnak Kalsel juga mencatat stok kambing mencapai 6.000 ekor dengan kebutuhan sekitar 2.432 ekor. Sementara domba tersedia 357 ekor dan kerbau 563 ekor.
Menurut Edi, kondisi tersebut menunjukkan kebutuhan hewan kurban masyarakat Kalimantan Selatan pada Iduladha tahun ini dapat terpenuhi.
Ia menjelaskan, sebagian besar sapi kurban yang beredar saat ini telah masuk ke Kalsel sejak beberapa bulan lalu untuk digemukkan terlebih dahulu oleh peternak lokal.
“Jadi sapi-sapi itu tidak langsung dipotong. Ada proses penggemukan dulu di kandang-kandang peternak kita, sehingga juga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Sapi tersebut didatangkan dari sejumlah daerah seperti Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur hingga Bali. Setelah masuk ke Kalsel, hewan-hewan itu dipelihara dan digemukkan di berbagai daerah seperti Barito Kuala, Tanah Laut, Kabupaten Banjar hingga Tanah Bumbu.
Untuk jenis sapi seperti Limosin dan Simmental, Edi menyebut sebagian sudah merupakan hasil pengembangan peternak lokal melalui program inseminasi buatan.
“Banyak juga hasil kawin suntik dari petugas inseminator di Kalsel yang menghasilkan sapi berkualitas baik,” paparnya.
Di sisi lain, Disbunnak Kalsel memastikan pengawasan kesehatan hewan kurban terus dilakukan, terutama terhadap ternak yang didatangkan dari luar daerah.
Menurut Edi, seluruh hewan yang masuk wajib dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dan sertifikat veteriner sesuai ketentuan Kementerian Pertanian.
“Alhamdulillah sejauh ini hasil pemantauan di lapangan aman, belum ada laporan penyakit yang mengkhawatirkan,” ucapnya.
Pemeriksaan juga dilakukan untuk memastikan umur hewan kurban sesuai syariat. Untuk sapi minimal berusia dua tahun, sedangkan kambing dan domba minimal satu tahun.
“Kita cek dari pergantian giginya. Kalau sapi sudah poel dua, berarti sudah memenuhi syarat umur untuk kurban,” jelasnya.
Terkait harga, Edi mengakui menjelang Iduladha terjadi kenaikan di pasaran. Harga sapi hidup yang sebelumnya sekitar Rp65 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp70 ribu hingga Rp75 ribu per kilogram.
Meski demikian, kenaikan tersebut dinilai masih wajar karena Iduladha merupakan momen yang ditunggu para peternak.
“Kalau dihitung per ekor, kenaikannya sekitar Rp2 juta sampai Rp3 juta untuk sapi ukuran 200 sampai 300 kilogram. Itu masih wajar,” pungkasnya.















Leave a Reply