Menu

Mode Gelap

Terbaru

TAA Dilakukan di TKP Laka Maut Batulicin-Banjarbaru, Polisi Dalami Penyebab Kecelakaan


 TAA Dilakukan di TKP Laka Maut Batulicin-Banjarbaru, Polisi Dalami Penyebab Kecelakaan Perbesar

Tanah Bumbu, KalselDaily.com – Satlantas Polres Tanah Bumbu bersama Tim Subdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri melakukan Traffic Accident Analysis (TAA) di tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan lalu lintas di Jalan Gubernur Sahbirin Noor, ruas Batulicin–Banjarbaru, Kabupaten Tanah Bumbu.

TAA dilakukan sebagai bagian dari proses penyelidikan untuk mendapatkan gambaran dan analisis secara lebih akurat mengenai peristiwa kecelakaan yang terjadi di jalur tersebut.

Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pengumpulan serta pemetaan berbagai data di lokasi kejadian. Data tersebut kemudian diolah menggunakan teknologi analisis kecelakaan untuk menghasilkan rekonstruksi tiga dimensi (3D) terkait kondisi TKP dan posisi kendaraan saat sebelum, ketika, maupun setelah kecelakaan terjadi.

Kasat Lantas Polres Tanah Bumbu bersama tim dari Subdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap kondisi jalan, titik benturan, posisi kendaraan, jejak kecelakaan serta berbagai indikator lain yang berada di lokasi.

Hasil analisis 3D tersebut nantinya menjadi salah satu bahan penting dalam proses penyelidikan dan penyidikan perkara. Melalui pendekatan berbasis teknologi, kepolisian dapat memperoleh gambaran yang lebih objektif mengenai rangkaian kejadian serta faktor-faktor yang berkaitan dengan kecelakaan.

Langkah ini juga diharapkan dapat membantu penyidik dalam memastikan konstruksi perkara secara lebih terang, termasuk dalam menentukan fakta-fakta yang relevan berdasarkan bukti dan hasil analisis di lapangan.

Kecelakaan di jalur alternatif Batulicin–Banjarbaru tersebut sebelumnya dilaporkan mengakibatkan tujuh orang meninggal dunia. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (1/8/2026) di wilayah Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu.

Penggunaan TAA dalam penanganan perkara kecelakaan bukan hanya untuk mengetahui posisi kendaraan, tetapi juga membantu memberikan gambaran ilmiah mengenai bagaimana kecelakaan berlangsung. Teknologi tiga dimensi dapat digunakan untuk merekonstruksi kondisi TKP sehingga proses penyelidikan memiliki dasar analisis yang lebih terukur. Dalam penanganan kasus kecelakaan di daerah lain, Korlantas juga menggunakan teknologi TAA, radar 3D, dan drone untuk membantu mengetahui posisi kendaraan sebelum, saat, dan setelah kejadian.

Dengan dilaksanakannya TAA, Satlantas Polres Tanah Bumbu bersama Tim Subdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri berupaya memastikan proses penanganan perkara berjalan berdasarkan fakta dan bukti yang ditemukan di lapangan.

Hasil analisis tersebut selanjutnya akan menjadi bagian dari proses perkara untuk membantu memberikan kepastian hukum secara objektif dan dapat dipertanggungjawabkan. (Daily).

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Writer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Lainnya

Empat Keluarga Korban Kecelakaan Maut Batulicin Terima Santunan Jasa Raharja

6 August 2026 - 06:44

Banua Pers Community Gelar Green Action 2026, Tanam 600 Pohon dan Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

5 August 2026 - 23:31

Fairid Rusdi Kembali Pimpin PII Kalsel, Muswil 2026 Tegaskan Komitmen Perkuat Peran Insinyur untuk Pembangunan

2 August 2026 - 11:09

Rimba Mart Perdana Hadir di Kalsel, Dishut Dorong HHBK Naik Kelas

31 July 2026 - 03:59

Dispersip Kalsel Dorong Perpustakaan Berstandar Nasional Lewat Bimtek Akreditasi

30 July 2026 - 17:07

FIM PII Kalsel dan ULM Jalin Kemitraan Strategis, Perkuat Kompetensi Insinyur Muda Banua

29 July 2026 - 20:29

Trending di Pendidikan