BANJARBARU kalseldaily.com — Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PAN, H. Sudian Noor, S.AP., M.AP., mendorong Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar dapat dilibatkan dalam penyediaan makanan bergizi bagi para relawan yang bekerja menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Hal tersebut disampaikan Sudian Noor saat meninjau langsung lokasi Karhutla bersama para relawan di Jalan Tambak Buluh, Kelurahan Landasan Ulin Timur, Kecamatan Landasan Ulin, Banjarbaru.
Dalam kesempatan tersebut, Sudian berbincang dengan sejumlah relawan mengenai kondisi di lapangan, termasuk kebutuhan konsumsi selama mereka berjibaku melakukan pemadaman.
Dari hasil perbincangan tersebut, diketahui bahwa kebutuhan konsumsi para relawan selama melakukan penanganan Karhutla masih dipenuhi secara swadaya.
“Tadi saya berbincang dengan para relawan. Mereka menyampaikan bahwa untuk konsumsi selama berada di lapangan masih dilakukan secara swadaya. Padahal mereka bekerja berjam-jam untuk membantu memadamkan Karhutla dan melindungi masyarakat.” ujar Sudian.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah. Para relawan yang berada di garis depan penanganan Karhutla membutuhkan dukungan, termasuk pemenuhan makanan yang cukup dan bergizi agar dapat menjaga stamina selama menjalankan tugas kemanusiaan.
Karena itu, Sudian mendorong agar keberadaan SPPG dapat dimanfaatkan secara adaptif untuk mendukung kebutuhan pangan dalam situasi darurat, termasuk bagi para relawan yang terlibat langsung dalam penanggulangan bencana.
“Saya mendorong SPPG agar bisa menyediakan MBG untuk para relawan yang bekerja menanggulangi Karhutla. Mereka ini bekerja untuk masyarakat, berjibaku di lapangan, dan tentunya membutuhkan asupan makanan yang cukup. Jangan sampai mereka justru harus memenuhi konsumsi sendiri secara swadaya.” tegasnya.
Sudian menilai, penanganan bencana di lapangan menunjukkan bahwa infrastruktur SPPG memiliki potensi untuk dimanfaatkan secara lebih adaptif dalam mendukung pemenuhan pangan darurat.
Menurutnya, pemanfaatan SPPG dalam situasi seperti Karhutla tidak harus terbatas pada sasaran penerima MBG dalam kondisi normal. Dalam kondisi tertentu, dapur SPPG dapat menjadi salah satu bagian dari dukungan logistik pangan, tentunya dengan tetap memperhatikan ketentuan, standar keamanan pangan, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi penanggulangan bencana.
“Kita punya infrastruktur SPPG yang memang dibangun untuk menyediakan makanan bergizi. Dalam situasi bencana, saya kira ini bisa dimanfaatkan secara adaptif untuk membantu pemenuhan pangan darurat, bukan hanya masyarakat terdampak, tetapi juga relawan yang berada di lapangan.”
Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono yang dikutip dari detikfinance menyampaikan bahwa BGN telah menyiapkan mekanisme penyesuaian distribusi MBG secara terbatas di wilayah yang terdampak bencana kabut asap maupun gempa bumi.
“Iya, selama itu, jadi selama online, kan tidak masuk sekolah, itu tidak kami berikan MBG,” kata Sudaryono, seperti diberitakan detikFinance.
Ketika kegiatan belajar mengajar dihentikan, penghentian distribusi MBG dilakukan berbasis wilayah terdampak dan tidak diterapkan secara nasional.
Bagi Sudian, kondisi tersebut justru dapat menjadi momentum untuk melihat bagaimana kapasitas SPPG dapat tetap memberikan manfaat dalam situasi kedaruratan.
“Kalau sekolah diliburkan karena kondisi Karhutla, tentu ada penyesuaian distribusi. Tetapi disisi lain, ada relawan yang justru sedang bekerja keras di lapangan. Ini yang menurut saya perlu kita pikirkan bersama. Apakah kapasitas SPPG yang ada bisa dialihkan atau dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pangan para relawan?” ujarnya.
Ia menekankan, usulan tersebut bukan semata-mata mengenai pemberian makanan, tetapi merupakan bentuk dukungan pemerintah kepada masyarakat yang secara sukarela turun tangan membantu penanganan bencana.
Sudian berharap pemerintah daerah bersama BGN dapat membangun mekanisme koordinasi yang memungkinkan SPPG berkontribusi dalam penanganan kondisi darurat, khususnya ketika terjadi Karhutla yang berdampak terhadap masyarakat dan membutuhkan pengerahan relawan dalam jumlah besar.(daily)

















Leave a Reply