Menu ✖

Mode Gelap

Banjarbaru

H. Sudian Noor Serap Aspirasi Guru Madrasah dan Siap Tindak Lanjuti Berbagai Usulan


 H. Sudian Noor Serap Aspirasi Guru Madrasah dan Siap Tindak Lanjuti Berbagai Usulan Perbesar

BANJARBARU, kalseldaily.com – Perkembangan teknologi digital menuntut dunia pendidikan untuk terus beradaptasi. Guru tidak hanya dituntut menguasai materi pembelajaran, tetapi juga mampu mengikuti perubahan zaman agar proses pendidikan semakin relevan dengan kebutuhan generasi saat ini.

Hal tersebut menjadi salah satu pesan Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PAN, H. Sudian Noor, S.AP., M.AP., dalam kegiatan Guru Adaptif di Era Digital yang berlangsung di Hotel Grand Qin Banjarbaru, Selasa (3/11/2026).

H. Sudian Noor menekankan pentingnya keterbukaan para pendidik terhadap perkembangan teknologi dan metode pembelajaran. Menurutnya, kemampuan beradaptasi merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk di lingkungan madrasah.

Tidak hanya menyampaikan motivasi, H. Sudian Noor juga memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai ruang untuk menyerap aspirasi para peserta yang terdiri dari guru-guru madrasah.

Sejumlah persoalan disampaikan oleh perwakilan guru, mulai dari kebutuhan fasilitas keselamatan di lingkungan sekolah hingga peningkatan sarana dan prasarana pembelajaran.

Salah satu aspirasi yang mencuat adalah kebutuhan fasilitas keselamatan berupa zebra cross dan lampu peringatan hati-hati di sekitar lokasi dua sekolah yang saling berseberangan. Para guru menyampaikan bahwa usulan tersebut sebelumnya telah disampaikan kepada pemerintah setempat, namun diketahui penanganannya merupakan kewenangan pemerintah provinsi.

Menanggapi hal itu, H. Sudian Noor menyatakan akan berkoordinasi dengan pihak terkait agar aspirasi tersebut dapat diteruskan kepada instansi yang memiliki kewenangan.

“Keselamatan anak-anak saat berangkat dan pulang sekolah tentu harus menjadi perhatian bersama. Aspirasi ini akan kami koordinasikan dengan pihak terkait, agar dapat ditindaklanjuti,” ungkapnya.

Aspirasi lainnya berkaitan dengan kebutuhan sarana pembelajaran berupa smart TV di madrasah. Fasilitas tersebut dinilai dapat mendukung proses belajar mengajar yang lebih interaktif dan mengikuti perkembangan teknologi.

H. Sudian Noor menyambut baik usulan tersebut dan akan menjadikannya sebagai bahan masukan untuk disampaikan kepada Kementerian Agama setelah kegiatan reses.

“Masukan dari para guru ini sangat penting karena mereka yang mengetahui langsung kebutuhan di lapangan. Kebutuhan sarana pembelajaran seperti smart TV akan kami catat dan sampaikan kepada Kementerian Agama untuk menjadi bahan perhatian,” tambahnya.

Selain menyerap aspirasi pendidikan, H. Sudian Noor juga mengajak para guru untuk meningkatkan kepedulian sosial, terutama terhadap masyarakat di lingkungan sekitar yang membutuhkan perhatian dan bantuan pemerintah.

Ia menekankan bahwa kepedulian terhadap sesama dapat dimulai dari hal sederhana, seperti memperhatikan kondisi tetangga atau warga yang layak mendapatkan bantuan sosial, tetapi belum terdata atau belum menerima bantuan.

Menurutnya, masyarakat dapat memanfaatkan kanal pelaporan yang tersedia, termasuk aplikasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) sesuai fitur dan mekanisme yang berlaku, atau menyampaikan informasi secara langsung melalui akun Instagram pribadinya agar dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pihak terkait.

“Jangan sampai ada warga di sekitar kita yang sebenarnya membutuhkan bantuan, tetapi luput dari perhatian. Jika menemukan kondisi seperti itu, jangan ragu untuk menyampaikan informasi dan melaporkannya. Bisa melalui kanal yang tersedia atau langsung kepada saya melalui Instagram. Kepedulian kita semua sangat dibutuhkan agar persoalan sosial di tengah masyarakat bisa mendapat perhatian,” pesannya.

Ajakan tersebut mendapat sambutan dan apresiasi dari para peserta. Mereka menilai kepedulian terhadap persoalan sosial perlu menjadi perhatian bersama, tidak hanya pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

Kegiatan tersebut turut menghadirkan sejumlah tokoh dan akademisi, di antaranya Rektor UIN Antasari Banjarmasin, Prof. Dr. Hj. Nida Mufidah, M.Pd., serta Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Antasari, Dr. H. Hamdan, M.Pd.

Adapun materi dalam kegiatan Guru Adaptif di Era Digital disampaikan oleh Ketua BKPRMI Pusat, KH. Nanang Mubarok, dan Moh. Mahfud, S.H sebagai Praktisi Desain Grafis di Kalsel.

Keduanya memberikan pemaparan kepada para peserta sebagai bagian dari upaya meningkatkan wawasan dan kapasitas guru dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru madrasah semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan dunia pendidikan. (Daily)

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Writer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Lainnya

Walikota Lisa Halaby Dukung 30 ASN Banjarbaru Ikuti Latsarmil Komcad

2 November 2026 - 20:00

Pemko Banjarbaru Gelar Salat Istisqa dan Waspadai Ancaman Banjir

2 November 2026 - 19:51

Wali Kota Hj Lisa Halaby Wujudkan Ruang Belajar Layak di TPA Darul Falah Cempaka

20 October 2026 - 09:58

H. Sudian Noor Inginkan Masjid yang Dirindukan Masyarakat dan Jadi Tempat yang Ramah Anak

16 October 2026 - 09:17

Komisi VIII dan Pemerintah Tetapkan BPIH 2027, Biaya Pelunasan Jemaah Haji Turun

7 October 2026 - 20:35

Pemko Banjarbaru Terima Kunjungan Wakil Dubes Belanda Adriaan Palm

7 October 2026 - 14:14

Trending di Banjarbaru