Menu

Mode Gelap

Daerah

Tapin Kembangkan Komoditas Kopi di Lahan Bekas Tambang


 Tapin Kembangkan Komoditas Kopi di Lahan Bekas Tambang Perbesar

Kalseldaily.com Tapin – Pemerintah Kabupaten Tapin mulai mengembangkan komoditas kopi di lahan bekas tambang sebagai upaya mengoptimalkan pemanfaatan lahan reklamasi agar lebih produktif dan bernilai ekonomi bagi masyarakat.

Bupati Tapin H Yamani mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari kerja sama pemerintah daerah dengan sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah Tapin. Melalui program reklamasi lahan eks tambang, pemerintah daerah menargetkan ratusan hektare lahan dapat dimanfaatkan untuk pengembangan komoditas pertanian.

“Untuk menambah luas lahan kopi di Kabupaten Tapin, kita akan memanfaatkan lahan eks tambang. Tidak hanya kopi, tetapi juga tanaman porang akan kita tanam,” ujarnya, Kamis (5/2/2026).

Menurut Yamani, pemanfaatan lahan eks tambang tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan sektor pertanian sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar. Pemerintah daerah menargetkan sedikitnya 500 hektare lahan bekas tambang dapat ditanami kopi.

“Kita menargetkan bisa 500 hektare lahan eks tambang yang ditanami kopi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbang) Kabupaten Tapin Meidy Harris Prayoga mengatakan pihaknya masih melakukan identifikasi terhadap lahan-lahan yang berpotensi dikembangkan menjadi kebun kopi.

“Untuk lahannya masih kita identifikasi. Sementara ini sudah ada yang mencoba menanam. Kita juga akan menggandeng para pegiat, masih dalam tahap pemetaan,” ungkapnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tapin Tri Asmoro menyebutkan beberapa perusahaan tambang telah menyatakan kesediaannya melakukan reklamasi lahan dengan menanam kopi.

“Untuk sementara yang bersedia melakukan reklamasi dengan tanaman kopi ada dua perusahaan, yakni BRE sekitar 200 hektare dan TSB sekitar 50 hektare,” katanya.

Tri menjelaskan perusahaan BRE berada di Kecamatan Lokpaikat, sedangkan perusahaan TSB berada di Kecamatan Binuang.

Meski saat ini baru sekitar 250 hektare lahan yang menyatakan kesiapan untuk ditanami kopi, potensi lahan eks tambang yang dapat dimanfaatkan di Kabupaten Tapin dinilai masih cukup luas. (Daily/Fin)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Writer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Lainnya

Feeder Trans Banjarbaru Masih Gratis, Dishub Dorong Warga Beralih ke Angkutan Umum

21 April 2026 - 19:38

Jenguk Pasien di RSUD Ulin, Sudian Noor Tunjukkan Kepedulian dan Awasi Layanan Kesehatan

19 April 2026 - 20:57

129 ASN Kalsel Resmi Disumpah, Gubernur: Jaga Integritas dan Jauhi Judi Online

15 April 2026 - 10:57

Hasnuryadi Sulaiman Hadiri Halal Bihalal dan Milad ke-58 HM Rosehan NB

13 April 2026 - 12:36

Gubernur Kalsel Resmikan Dermaga Pasar Terapung di TMII, Angkat Budaya Banua ke Kancah Nasional

11 April 2026 - 22:26

Pembebasan Lahan Bendungan Riam Kiwa Disiapkan Rp150 Miliar

9 April 2026 - 14:09

Trending di Daerah