Kalseldaily.com Tapin – Warga Desa Bakarangan, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, dibuat heboh dengan turunnya hujan es pada Sabtu (20/9/2025). Fenomena alam yang jarang terjadi itu langsung viral setelah rekamannya dibagikan melalui akun Instagram @beritainformasikal.
Dalam video terlihat hujan deras mengguyur kawasan permukiman. Namun, yang jatuh dari langit bukan hanya air, melainkan butiran es menyerupai batu kecil. Suara keras terdengar saat bongkahan es menimpa atap rumah dan tanah, sementara halaman warga tampak tergenang air bercampur es.
“Hujan es, na na es batunya jatuh,” terdengar suara warga yang merekam kejadian unik tersebut.
Fenomena hujan es, atau hail, sebenarnya bukan hal baru di Indonesia. Peneliti Senior Pusat Penelitian Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim ITS, Dr. Ir. Amien Widodo, M.Si, menjelaskan hal ini biasanya dipicu oleh awan cumulonimbus (Cb) berukuran besar dan gelap menyerupai jamur. Awan jenis ini kerap muncul di awal maupun akhir musim hujan.
“Dengan aliran udara ke bawah yang kuat dan suhu permukaan rendah, hujan bisa turun dalam bentuk butiran es,” jelas Amien, dikutip dari laman resmi ITS. Ia menambahkan, awan Cb juga bisa memicu angin puting beliung yang memperburuk dampak hujan es.
Mengutip Kompas.com, apabila awan terbentuk cukup tinggi dan suhu bumi panas, es akan mencair sebelum mencapai tanah sehingga turun sebagai hujan biasa. Namun, bila awan rendah dan suhu permukaan mendukung, kristal es bisa langsung jatuh sebagai hujan es.
Secara global, hujan es pernah mencatatkan ukuran ekstrem. Di Dakota Selatan, Amerika Serikat, bongkahan es terbesar yang tercatat berdiameter 20,3 sentimeter dengan berat mencapai 1 kilogram. Es yang jatuh bisa melaju hingga kecepatan 170 kilometer per jam, sehingga berpotensi merusak dan membahayakan manusia.
Meski peristiwa di Tapin tidak sebesar itu, warga tetap diingatkan untuk waspada karena fenomena serupa bisa saja terulang di wilayah lain, terutama saat kondisi cuaca ekstrem (**)















Leave a Reply