Menu

Mode Gelap
Paman Birin Terima Penghargaan BAZNAS Award 2024, Kepala Daerah Pendukung Pengelolaan Zakat Terbaik Belasan Kilo Sabu Diblender, 88.764 Orang Selamat dari Penyalahgunaan Narkoba Anggota KPPS Tabalong Meninggal, Ternyata Masih Pelajar Haul ke-4 Guru Zuhdi Dilaksanakan Tanggal 7 Maret 2024  Realisasi Investasi Kalsel Tahun 2023 Capai 19,7 T, Terbesar Pertambangan

Daerah

Prakiraan Kemarau di Kalsel Hingga Oktober 2023


 Pemadaman Karhutla di Kalsel /foto: dok kalseldaily Perbesar

Pemadaman Karhutla di Kalsel /foto: dok kalseldaily

kalseldaily.com Banjarmasin – Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalsel, bahwa bulan September tahun 2023 merupakan puncak musim kemarau di Kalsel, sementara prakiraan awal musim penghujan baru terjadi pada pertengahan November 2023.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar, saat membuka Rapat Koordinasi Penyusunan Rencana Kontingensi Bencana Kekeringan Kalsel, Senin (4/9/2023) di Hotel Rattan Inn.

“Dengan masih panjangnya musim kemarau dan dampaknya yang sudah kita rasakan, mengakibatkan potensi bencana karhutla dan bencana kekeringan,” ujar Roy Rizali Anwar, sebagaimana dikutip dari laman diskominfomc.kalselprov.go.id

Roy berharap, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) provinsi dan seluruh kabupaten/kota, untuk membuat rencana kontingensi terkait bencana kekeringan Kalsel.

“Mudah-mudahan kegiatan ini mampu menghasilkan dokumen rencana kontingensi yang komprehensif dan bermanfaat bagi Pemprov Kalsel dan masyarakat,” harap Roy Rizali Anwar.

Lebih lanjut Roy menyampiakan, bahwalaporan dari kabupaten/kota di Kalsel disebutkan, sudah ada beberapa wilayah yang terdampak kekeringan dan kekurangan air bersih, seperti di Kabupaten Banjar, Tanah Laut, dan Kota Banjarbaru.

“Selain masyarakat yang kekurangan air bersih, dampak kekeringan juga dirasakan pada lahan-lahan pertanian dan perlu diwaspadai juga pada usaha perikanan yang juga memerlukan air sebagai sarana usahanya,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris BPBD Kalsel, Iswantoro menyebutkan kegiatan ini sebagai bentuk nyata Pemprov Kalsel, melakukan upaya untuk antisipasi dari dampak musim kemarau, yakni bencana kekeringan dan lainnya.

“Kita antisipasi dampak kekeringan ini diseluruh aspek, seperti kesehatan, persiapan pasokan air di embung-embung termasuk juga sumber air minum, nah ini yang kita perhatikan,” kata Iswantoro, Selasa (5/9/2023).

Peserta rakor ini berasal dari BPBD kabupaten kota se-Kalsel, serta lembaga dan instansi terkait seperti Perusahaan Air Minum, PLN dan sebagainya.(ny)

Sumber: mc kalsel

Tim Editor

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Pasien Mabuk Kecubung di Kalsel Jadi 47 Orang, Ada yang Diisolasi Karena Mengamuk

12 July 2024 - 18:24

5.000 Ekor Burung Dilepas BKSDA Kalsel di Tahura Sultan Adam

10 July 2024 - 20:13

Pengguna LPG Bersubsidi di Kalsel ‘Over’ dari Kuota

10 July 2024 - 08:43

Paman Birin Dikukuhkan menjadi Anggota Kehormatan Persatuan Purnawirawan TNI AD

10 July 2024 - 08:32

Mabuk Kecubung Resahkan Warga Banjarmasin, Polisi Buru Pengedar

9 July 2024 - 15:37

Penyerahan LHP-LKPP 2023, Paman Birin Pastikan Pengunaan APBD Berdampak untuk Kesejahteraan Rakyat

9 July 2024 - 14:16

Trending di Daerah