Menu

Mode Gelap

Daerah

Prakiraan Kemarau di Kalsel Hingga Oktober 2023


 Pemadaman Karhutla di Kalsel /foto: dok kalseldaily Perbesar

Pemadaman Karhutla di Kalsel /foto: dok kalseldaily

kalseldaily.com Banjarmasin – Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalsel, bahwa bulan September tahun 2023 merupakan puncak musim kemarau di Kalsel, sementara prakiraan awal musim penghujan baru terjadi pada pertengahan November 2023.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar, saat membuka Rapat Koordinasi Penyusunan Rencana Kontingensi Bencana Kekeringan Kalsel, Senin (4/9/2023) di Hotel Rattan Inn.

“Dengan masih panjangnya musim kemarau dan dampaknya yang sudah kita rasakan, mengakibatkan potensi bencana karhutla dan bencana kekeringan,” ujar Roy Rizali Anwar, sebagaimana dikutip dari laman diskominfomc.kalselprov.go.id

Roy berharap, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) provinsi dan seluruh kabupaten/kota, untuk membuat rencana kontingensi terkait bencana kekeringan Kalsel.

“Mudah-mudahan kegiatan ini mampu menghasilkan dokumen rencana kontingensi yang komprehensif dan bermanfaat bagi Pemprov Kalsel dan masyarakat,” harap Roy Rizali Anwar.

Lebih lanjut Roy menyampiakan, bahwalaporan dari kabupaten/kota di Kalsel disebutkan, sudah ada beberapa wilayah yang terdampak kekeringan dan kekurangan air bersih, seperti di Kabupaten Banjar, Tanah Laut, dan Kota Banjarbaru.

“Selain masyarakat yang kekurangan air bersih, dampak kekeringan juga dirasakan pada lahan-lahan pertanian dan perlu diwaspadai juga pada usaha perikanan yang juga memerlukan air sebagai sarana usahanya,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris BPBD Kalsel, Iswantoro menyebutkan kegiatan ini sebagai bentuk nyata Pemprov Kalsel, melakukan upaya untuk antisipasi dari dampak musim kemarau, yakni bencana kekeringan dan lainnya.

“Kita antisipasi dampak kekeringan ini diseluruh aspek, seperti kesehatan, persiapan pasokan air di embung-embung termasuk juga sumber air minum, nah ini yang kita perhatikan,” kata Iswantoro, Selasa (5/9/2023).

Peserta rakor ini berasal dari BPBD kabupaten kota se-Kalsel, serta lembaga dan instansi terkait seperti Perusahaan Air Minum, PLN dan sebagainya.(ny)

Sumber: mc kalsel

Tim Editor

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Writer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Lainnya

Sinergi 10 Program Pokok Lintas Sektor, Ketua TP PKK Kalsel Hj. Fathul Jannah Muhidin Sinkronkan Program Kerja 2026

21 January 2026 - 21:27

Pemulihan Pascabanjir Bandang, 13 Rumah Warga Balangan Mulai Diperbaiki

21 January 2026 - 15:42

DWP Kalsel Peringati Isra Mir’aj; Meneladani Perjalanan dan Akhlak Nabi Muhammad SAW

20 January 2026 - 19:54

Bupati Tanah Bumbu Tegaskan Dukungan untuk Program Prioritas Presiden Prabowo

20 January 2026 - 19:51

BPBD Kalsel Usulkan Pembangunan Embung untuk Tekan Risiko Banjir di Kotabaru

19 January 2026 - 14:59

Pemkab Banjar Gelar Rakor Penanganan Banjir, Debit Air Mulai Menurun

18 January 2026 - 21:43

Trending di Banjar