Menu

Mode Gelap

Ekonomi

Tukar Uang, BI Kalsel Sediakan Rp 3,06 Triliun Selama Ramadhan dan Idul Fitri 2024


 Tukar Uang, BI Kalsel Sediakan Rp 3,06 Triliun Selama Ramadhan dan Idul Fitri 2024 Perbesar

Kalseldaily.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan (BI Kalsel) menyediakan kebutuhan uang tunai sebanyak Rp3,06 triliun selama Ramadhan dan Idul Fitri 2024 atau meningkat 11 persen dibandingkan realisasi pada 2023 mencapai Rp2,74 triliun.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Kalsel Wahyu Pratomo menyampaikan kesiapan itu, saat peluncuran rangkaian penukaran uang pada momen Ramadhan dan Idul Fitri, di Banjarmasin, Jumat.

Wahyu Pratomo menuturkan BI telah menyiapkan beberapa jenis layanan penukaran uang, yaitu “KASKEL BAIMAN” (Kas Keliling Baimbaian Perbankan) merupakan layanan penukaran uang yang dilakukan secara bersinergi dengan perbankan.

Kemudian, “LAKASI” (Layanan Kas Keliling Susur Sungai) sebagai layanan penukaran uang untuk masyarakat tepian sungai.

Selanjutnya, “KALIMAN-TREN” (Kas Keliling ke Masjid dan Pesantren) yaitu layanan penukaran uang khusus kepada masjid dan pesantren. Terakhir, kas keliling khusus transaksi di pasar wadai, pelabuhan, dan bandara.

Wahyu menyebutkan BI bekerja sama dengan perbankan menyediakan 217 titik lokasi penukaran, terdiri dari 195 titik di perbankan dan 22 titik di Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

Dia menjelaskan jangkauan layanan kepada masyarakat juga diperluas melalui Kas Keliling Bersama Perbankan (KALIBER) yang hadir di wilayah Banjarmasin, Hulu Sungai Tengah, Kotabaru, Tabalong, dan Tanah Bumbu.

Untuk layanan penukaran uang rupiah melalui kas keliling masyarakat diharapkan memesan penukaran terlebih dulu melalui Aplikasi PINTAR (Penukaran dan Tarik Uang Rupiah) pada link ini.

Wahyu mengungkapkan, SERAMBI 2024 menjadi momen BI untuk mengajak masyarakat Indonesia untuk semakin Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.

“Cinta Rupiah” diwujudkan menyayangi rupiah dengan mengenali ciri keaslian uang rupiah, yaitu Dilihat, Diraba, Diterawang (3D), dan merawat rupiah yang dimiliki dengan baik, yaitu Jangan dilipat, Jangan dicoret, Jangan diremas, Jangan distapler, dan Jangan dibasahi (5J).

“Bangga Rupiah” karena rupiah tidak hanya sebagai alat pembayaran yang sah dalam kegiatan perekonomian nasional, namun juga merupakan simbol dan menjaga kedaulatan bangsa di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Paham Rupiah” ditunjukkan melalui perilaku bijak berbelanja sesuai kebutuhan, berbelanja produk dalam negeri untuk dukung UMKM nasional, serta menabung dan berinvestasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Turut hadir Pelaksana Tugas Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Kalsel Muhammad Amin mewakili Gubernur Kalsel, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kalsel, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalsel pada kegiatan “Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) 2024″ bertema “Bijak Gunakan Rupiah di Bulan Penuh Berkah” tersebut.

Tim Editor

Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Writer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Lainnya

PLN dan Borneo Indobara Tegaskan Komitmen Energi Bersih Lewat Pembelian REC

16 February 2026 - 16:22

Pemprov Kalsel Matangkan KEK Mekar Putih, Pelabuhan Jadi Kunci Pengembangan

15 February 2026 - 13:58

Ekonomi Kalsel Tumbuh 5,46 Persen, Lampaui Pertumbuhan Nasional

14 February 2026 - 20:33

Bupati Tapin Tekankan Sinkronisasi RKPD 2027

13 February 2026 - 22:45

Pemko Banjarbaru Ketatkan Efisiensi Anggaran 2027,

11 February 2026 - 21:07

Bupati Tanah Bumbu Buka Orientasi dan Pra FKP RKPD 2027

10 February 2026 - 18:32

Trending di Ekonomi