Menu

Mode Gelap

Banjarbaru

Krisis Sampah Banjarmasin, Pemko Siapkan 69 Titik Pemilahan


 Kondisi arus lalu lintas di Jalan Lingkar Dalam Selatan, Banjarmasin yang terhambat tumpukan sampah, Rabu (05/02/2025) Perbesar

Kondisi arus lalu lintas di Jalan Lingkar Dalam Selatan, Banjarmasin yang terhambat tumpukan sampah, Rabu (05/02/2025)

Kalseldaily.com – Pasca penutupan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Basirih oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) awal Februari lalu, Kota Banjarmasin kini menghadapi tantangan besar dalam mengelola sampah. Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, menggelar Rapat Koordinasi Tanggap Darurat Sampah pada Rabu (5/2/2025) malam untuk mencari solusi konkret. Salah satu langkah yang diambil adalah melibatkan seluruh kelurahan dalam upaya penanganan sampah.

Ibnu Sina meminta setiap kelurahan untuk menyediakan tempat pemilahan sampah. “Sampah yang sudah dipilah akan dibuang ke TPA Regional Banjarbakula di Kota Banjarbaru,” ujarnya. Namun, dengan jarak yang cukup jauh dan keterbatasan armada angkutan, Ibnu meminta Pemprov Kalsel untuk memberikan kelonggaran jam operasional pengiriman sampah. “Kami berharap bisa mengangkut sampah hingga pukul 10 malam,” harapnya.

Selain itu, Ibnu juga berencana meminta keringanan kepada KLH untuk sementara waktu dapat membuang sampah ke TPA Basirih. Meski menyadari peluang keberhasilannya kecil, ia tetap berupaya mendapatkan kebijaksanaan dari pemerintah pusat. “TPA di lahan rawa memang tidak diperbolehkan, tapi di Banjarmasin sulit mencari lahan yang bukan rawa,” ujarnya.

Setiap hari, Banjarmasin menghasilkan sekitar 650 ton sampah, sementara kuota di TPA Regional Banjarbakula hanya 105 ton. Menghadapi ketimpangan ini, Pemko Banjarmasin berupaya mengoptimalkan tempat pemilahan, bank sampah, dan Pusat Daur Ulang (PDU). “Jika tidak ada upaya serius, penumpukan sampah akan terjadi secara luar biasa,” tegas Ibnu.

Ibnu juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menanggulangi persoalan sampah. “Masyarakat bisa memilah sampah dari rumah, terutama sampah organik yang bisa diolah menjadi pupuk kompos,” ujarnya. Dengan cara ini, diharapkan volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dapat berkurang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin, Alive Yoesfah Love, mengungkapkan rencana penyediaan 69 titik pemilahan sampah di seluruh kelurahan. “Jika rencana ini berjalan lancar, kami optimistis bisa mengurangi produksi sampah hingga 80 persen,” kata Alive. Sisa 20 persen sampah akan diangkut ke TPA Regional Banjarbakula.

Alive menambahkan, petugas kebersihan akan ditempatkan di setiap kelurahan untuk mendampingi proses pemilahan. Biaya kegiatan ini akan diambil dari anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) Banjarmasin Tahun 2025. “Untuk enam bulan ke depan, biaya sudah dianggarkan di masing-masing kelurahan,” jelasnya.

Dengan langkah-langkah ini, Pemko Banjarmasin berharap dapat segera mengatasi krisis sampah yang sedang dihadapi. “Kami berharap seluruh kelurahan bersedia melaksanakan kegiatan ini demi kebersihan dan kenyamanan bersama,” pungkas Alive.

(banjarmasinpost.co.id)

Artikel ini telah dibaca 115 kali

badge-check

Writer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Lainnya

Sekda Hadiri Tradisi Baayun Maulid di Masjid Keramat Al-Mukarromah Tapin

25 August 2026 - 21:59

Gubernur Muhidin Bentuk Satgas Terpadu Tangani Karhutla

25 August 2026 - 21:56

Gubernur dan Masyarakat Sholat Istisqa’ di Masjid Sabilal Muhtadin

25 August 2026 - 21:52

Sudian Noor Dorong Pemda Buka Posko Aduan Masyarakat Terdampak Karhutla

24 August 2026 - 11:57

Izin Syakira Tour Dibekukan, Kemenhaj Beri Waktu Sebulan untuk Selesaikan Hak Jemaah

14 August 2026 - 20:31

H. M Syarifuddin, Hadiri Coffee Morning Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda)

14 August 2026 - 11:15

Trending di Daerah