Kalseldaily.com – Pasca penutupan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Basirih oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) awal Februari lalu, Kota Banjarmasin kini menghadapi tantangan besar dalam mengelola sampah. Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, menggelar Rapat Koordinasi Tanggap Darurat Sampah pada Rabu (5/2/2025) malam untuk mencari solusi konkret. Salah satu langkah yang diambil adalah melibatkan seluruh kelurahan dalam upaya penanganan sampah.
Ibnu Sina meminta setiap kelurahan untuk menyediakan tempat pemilahan sampah. “Sampah yang sudah dipilah akan dibuang ke TPA Regional Banjarbakula di Kota Banjarbaru,” ujarnya. Namun, dengan jarak yang cukup jauh dan keterbatasan armada angkutan, Ibnu meminta Pemprov Kalsel untuk memberikan kelonggaran jam operasional pengiriman sampah. “Kami berharap bisa mengangkut sampah hingga pukul 10 malam,” harapnya.
Selain itu, Ibnu juga berencana meminta keringanan kepada KLH untuk sementara waktu dapat membuang sampah ke TPA Basirih. Meski menyadari peluang keberhasilannya kecil, ia tetap berupaya mendapatkan kebijaksanaan dari pemerintah pusat. “TPA di lahan rawa memang tidak diperbolehkan, tapi di Banjarmasin sulit mencari lahan yang bukan rawa,” ujarnya.
Setiap hari, Banjarmasin menghasilkan sekitar 650 ton sampah, sementara kuota di TPA Regional Banjarbakula hanya 105 ton. Menghadapi ketimpangan ini, Pemko Banjarmasin berupaya mengoptimalkan tempat pemilahan, bank sampah, dan Pusat Daur Ulang (PDU). “Jika tidak ada upaya serius, penumpukan sampah akan terjadi secara luar biasa,” tegas Ibnu.
Ibnu juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menanggulangi persoalan sampah. “Masyarakat bisa memilah sampah dari rumah, terutama sampah organik yang bisa diolah menjadi pupuk kompos,” ujarnya. Dengan cara ini, diharapkan volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dapat berkurang.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin, Alive Yoesfah Love, mengungkapkan rencana penyediaan 69 titik pemilahan sampah di seluruh kelurahan. “Jika rencana ini berjalan lancar, kami optimistis bisa mengurangi produksi sampah hingga 80 persen,” kata Alive. Sisa 20 persen sampah akan diangkut ke TPA Regional Banjarbakula.
Alive menambahkan, petugas kebersihan akan ditempatkan di setiap kelurahan untuk mendampingi proses pemilahan. Biaya kegiatan ini akan diambil dari anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) Banjarmasin Tahun 2025. “Untuk enam bulan ke depan, biaya sudah dianggarkan di masing-masing kelurahan,” jelasnya.
Dengan langkah-langkah ini, Pemko Banjarmasin berharap dapat segera mengatasi krisis sampah yang sedang dihadapi. “Kami berharap seluruh kelurahan bersedia melaksanakan kegiatan ini demi kebersihan dan kenyamanan bersama,” pungkas Alive.
(banjarmasinpost.co.id)














Leave a Reply