Kalseldaily.com – Banjarbaru – Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel) dimulai sejak Rabu (13/8/2025) kemarin.
OMC di Kalsel sendiri menggunakan pesawat milik TNI Angkatan Udara (AU) jenis CASA 212 dari Skadron Udara 4 Lanud Abdulrachman Saleh Malang. Pelaksanaan OMC disebut kolaborasi antara Kementerian LH, BMKG hingga Pemprov Kalsel.
“Selama 10 hari dan sudah dimulai kemarin pada 13 Agustus dengan satu kali sorti,” kata Direktur Tata Kelola Modifikasi Cuaca BMKG, Edison Kurniawan saat diwawancarai.
OMC sebanyak satu sorti di hari pertama dilakukan pada siang hari. Alasannya, pertumbuhan awan yang berpotensi hujan di beberapa wilayah di Kalsel.
Sementara itu untuk titik api atau hotspot, Edison mengungkapkan baru ada satu titik di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Hanya saja, hotspot berkategori menengah.
“Jadi kita harapkan dengan OMC lebih kepada upaya mitigasi yang dilaksanakan. Agar wilayah Kalsel terhindar dari karhutla khususnya di lahan gambut,” ucapnya.
Lahan gambut di Kalsel, sebut Edison, tersebar di 7 kabupaten/kota se-Kalsel yang menjadi target pelaksanaan OMC. Harapannya, lahan gambut di wilayah itu tetap terjaga kelembapannya.
“Kemudian terjaga agar tinggi muka air tanah di kawasan gambut itu, tidak terus turun. Kalau turun, lahan gambut menjadi kering, sehingga proses karhutla semakin masif,” jelasnya.
Hanya saja, Edison mengakui pelaksanaan OMC di Kalsel dihadapi sejumlah tantangan. Misalnya, baru beberapa wilayah di Kalsel yang benar-benar memasuki musim kemarau.
“Namun di 7 wilayah zona musim lain itu masih belum memasuki periode musim kemarau,” tuntasnya. (adv)












Leave a Reply