Kalseldaily.com Martapura – Pemerintah pusat menegaskan bahwa pembangunan bendungan tetap menjadi salah satu program prioritas pada tahun anggaran (TA) 2026. Melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp 2,64 triliun untuk kegiatan pembangunan maupun rehabilitasi bendungan di berbagai daerah.
Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR, Dwi Putranto, dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi V DPR RI menjelaskan bahwa program bendungan di 2026 merupakan kelanjutan dari pekerjaan yang sudah dimulai sebelumnya.
“Fokus kami tetap pada penyelesaian bendungan yang sudah berjalan (on-going project). Tidak ada pembangunan baru yang benar-benar dimulai dari nol,” tegasnya.
Dari paparan tersebut, salah satu proyek yang mendapat perhatian adalah Bendungan Riam Kiwa di Kalimantan Selatan. Proyek ini masuk dalam daftar 15 bendungan yang rencananya dibangun tahun 2026. Selain Riam Kiwa, bendungan lain yang masuk program antara lain Tigadihaji (Sumsel), Cibeet dan Cijurey (Jabar), Cabean, Karangnongko, Bener, Jragung (Jateng), Bagong (Jatim), Mbay dan Manikin (NTT), Budong-Budong (Sulbar), Bulango Ulu (Gorontalo), Jenelata (Sulsel), serta Way Apu (Maluku).
Sementara itu, satu bangunan pengarah juga akan dibangun di Rukoh, Aceh. Tak hanya membangun bendungan baru, Kementerian PUPR juga menjadwalkan rehabilitasi 13 bendungan di berbagai wilayah, di antaranya Wonogiri (Jateng), Bajulmati (Jatim), Gintung (Banten), Way Sekampung dan Batutegi (Lampung), Tiu Suntuk dan Lingkok Lamun (NTB), Temef (NTT), Tempuran (Jateng), Pamukkulu (Sulsel), Tamblang dan Titab (Bali), serta Ladongi (Sultra).
Menurut Dwi, bendungan memiliki peran vital dalam menjaga ketahanan air, pengendalian banjir, penyediaan air baku, serta kebutuhan irigasi.
“Kami ingin memastikan agar pembangunan ini berkesinambungan dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat luas,” ujarnya.
Khusus di Kalimantan Selatan, Kepala Balai Wilayah Sungai Kalimantan III, Dedi Supriyadi, menegaskan pembangunan Bendungan Riam Kiwa tetap berjalan sesuai rencana. Proyek strategis nasional ini digadang-gadang mampu memberikan banyak manfaat, mulai dari sistem irigasi pertanian, suplai air baku, pengendalian banjir, hingga potensi energi listrik tenaga air.
“Dengan kapasitas tampung yang besar, Riam Kiwa diharapkan bisa memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengurangi risiko banjir yang sering terjadi,” kata Dedi.
Ia menambahkan, pembangunan akan dimulai setelah seluruh tahapan pembebasan lahan rampung. Saat ini koordinasi dengan pemerintah daerah terus dilakukan agar proses berjalan lancar.
Bupati Banjar, H Saidi Mansyur, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana tersebut. Menurutnya, pembangunan Bendungan Riam Kiwa sudah lama ditunggu masyarakat.
“Selain berfungsi untuk irigasi dan pengendalian banjir, kami berharap bendungan ini bisa mendorong kesejahteraan warga melalui program-program lanjutan,” ucapnya. (SC Bpost)















Leave a Reply