Menu

Mode Gelap

Pemprov Kalsel

Tiga Sekolah Rakyat Rintisan Berjalan, Kalsel Siap Perluas ke Seluruh Daerah


 KUJUNGAN - Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kalsel, Muhamad Muslim, saat mendampingi kunjungan kerja Komisi VIII DPR RI ke Kalimantan Selatan. Foto: MC Kalsel Perbesar

KUJUNGAN - Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kalsel, Muhamad Muslim, saat mendampingi kunjungan kerja Komisi VIII DPR RI ke Kalimantan Selatan. Foto: MC Kalsel

Kalseldaily.com  Banjarbaru – Program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah pusat mulai menampakkan hasil nyata di Kalimantan Selatan. Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Farhanie, mengungkapkan bahwa hingga saat ini sudah ada tiga sekolah rakyat rintisan yang aktif berjalan dan menjadi tonggak awal perluasan akses pendidikan di Banua.

“Tiga sekolah rakyat rintisan itu berada di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS), Sentra Budiluhur, dan Balai Latihan Kerja (BLK). Ketiganya menjadi model awal yang akan diperluas ke seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Selatan,” jelas Farhanie, Minggu (5/10/2025).

Menurutnya, program sekolah rakyat merupakan bagian dari kebijakan nasional yang selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan di bawah kepemimpinan Gubernur sangat mendukung langkah ini dengan mendorong seluruh daerah menyiapkan lahan pembangunan sekolah rakyat.

“Alhamdulillah, seluruh kabupaten dan kota di Kalsel sudah mengajukan usulan lokasi. Saat ini tinggal menunggu proses verifikasi dari Kementerian PUPR agar bisa segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

Farhanie menambahkan, meski pembangunan sekolah rakyat permanen masih menunggu keputusan pusat, kegiatan belajar di sekolah rakyat rintisan tetap dijalankan. Langkah ini, kata dia, penting agar masyarakat mulai bisa merasakan manfaat dari program tersebut sejak dini.

“Kemensos juga menegaskan, begitu lahan dinyatakan siap, pembangunan sekolah permanen bisa langsung dimulai tanpa menunggu lama,” katanya.

Ia menekankan, keberadaan sekolah rakyat diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat rentan yang selama ini mengalami keterbatasan akses pendidikan. Melalui program ini, mereka dapat memperoleh kesempatan belajar yang layak dan berkualitas.

“Kalau sekolah rakyat berjalan dengan optimal, bukan hanya masalah pendidikan yang terbantu, tetapi juga kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kalsel akan meningkat. Ini yang menjadi harapan kami,” terang Farhanie.

Lebih lanjut, ia optimistis bahwa pada tahun ajaran 2026, jaringan sekolah rakyat di Kalimantan Selatan akan semakin meluas dan tidak lagi sebatas rintisan.

“Target kami, setiap kabupaten dan kota memiliki sekolah rakyat sendiri. Dengan begitu, pemerataan pendidikan benar-benar terwujud dan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (SC MC Kalsel)

Artikel ini telah dibaca 72 kali

badge-check

Writer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Lainnya

Gubernur Kalsel H. Muhidin Terima Penghargaan Atas Prestasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Kinerja Tinggi

27 April 2026 - 21:22

Realisasi investasi di Kalsel capai Rp32 triliun pada 2025

27 April 2026 - 21:19

Pemprov Kalsel Perkuat Kerja Sama, 463 Lembar Uang Palsu Dimusnahkan

23 April 2026 - 09:29

Wagub Hasnuryadi Sulaiman Tanam Pohon di Arboretum Ayu Tirta Peringati Hari Bumi 2026

23 April 2026 - 09:10

Bersama Istri Wagub Kalsel drg. Ellyana Trisya; Family Fun Walk dan Aksi Peduli Lingkungan IKA UNAIR Kalsel

21 April 2026 - 19:20

Gubernur Muhidin Dukung Deklarasi Kilau Emas di Peringatan Hari Jadi Banjarbaru

21 April 2026 - 19:17

Trending di Ekonomi