Kalseldaily.com Batulicin – Anggota Komisi VIII DPR RI, H. Sudian Noor, menegaskan pentingnya peningkatan kualitas guru Al-Qur’an sebagai ujung tombak pembinaan generasi Qur’ani di daerah. Hal itu disampaikannya saat menutup Pelatihan Standarisasi Guru Al-Qur’an Metode Tilawatil Level 1 di Pendopo Serambi Madinah, Tanah Bumbu, Minggu (5/10/2025).
Dalam sambutannya, Sudian Noor mengapresiasi antusias para peserta dan dukungan penuh dari UIN Antasari Banjarmasin yang turut menjadi mitra penyelenggara kegiatan. Ia menilai pelatihan tersebut bukan sekadar forum pembelajaran, tetapi juga wadah untuk memperkuat komitmen dalam menegakkan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.
“Pelatihan ini merupakan bagian dari program Ngopi atau Ngobrol Pendidikan Islam, yang menitikberatkan pada praktik nyata pengajaran Al-Qur’an, khususnya metode Tilawatil,” ujarnya.

Sudian Noor menjelaskan, metode Tilawatil adalah pendekatan yang mengedepankan keceriaan dan interaktivitas dalam proses belajar Al-Qur’an, sehingga mudah dipahami oleh semua kalangan, baik anak-anak maupun dewasa. Menurutnya, model pembelajaran seperti ini penting dikembangkan agar semangat mencintai Al-Qur’an tumbuh sejak dini.
Ia juga mengingatkan bahwa dalam tradisi pembelajaran Al-Qur’an terdapat beragam metode, dan perbedaan tersebut harus dipandang sebagai kekayaan, bukan sumber perpecahan. “Yang terpenting adalah niat kita untuk terus belajar dan mengajarkan Al-Qur’an dengan penuh keikhlasan,” katanya.
Sudian Noor berharap para guru yang telah mengikuti pelatihan dapat menjadi agen perubahan di tengah masyarakat, menginspirasi lahirnya generasi Qur’ani yang unggul dan berakhlak mulia.
Kegiatan pelatihan yang berlangsung selama beberapa hari itu diikuti dengan penuh semangat dan diakhiri dengan suasana khidmat. Momentum penutupan menjadi simbol komitmen bersama untuk terus memajukan pendidikan Al-Qur’an di Kabupaten Tanah Bumbu dan Kalimantan Selatan pada umumnya. (Daily).















Leave a Reply