Kalseldaily.com Banjarmasin – Guncangan gempa bumi dengan kekuatan magnitudo (M) 3,1 terjadi di wilayah Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan, pada Sabtu (18/10) sore. Meski demikian, peristiwa tersebut tidak menimbulkan dampak berarti bagi masyarakat setempat.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batola, Mirwan Siregar, menyampaikan hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan adanya kerusakan maupun korban akibat gempa tersebut.
“Sampai saat ini belum ada laporan dari masyarakat terkait dampak gempa yang terjadi. Aktivitas warga juga masih berjalan seperti biasa,” ujar Mirwan di Marabahan, Sabtu.
Menurut data Stasiun Geofisika Balikpapan, gempa terjadi pada pukul 15.19 WIB dengan pusat gempa berada di koordinat 2,85 Lintang Selatan dan 114,68 Bujur Timur, atau sekitar 24 kilometer timur laut Barito Kuala, dengan kedalaman 10 kilometer.
Wilayah yang berada paling dekat dengan pusat gempa antara lain Kecamatan Marabahan, Tabukan, dan Kapuas Murung.
Sementara itu, Mirwan menambahkan, kondisi cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang justru menjadi perhatian utama BPBD Batola dalam beberapa hari terakhir. Kejadian pada Jumat sore itu mengakibatkan 17 rumah warga rusak di sejumlah desa.
“Kerusakan akibat angin kencang terjadi di Desa Tabunganen Pemurus (Kecamatan Tabunganen), Desa Antasan Segera (Mandastana), Desa Anjir Serapat Lama (Anjir Muara), dan Desa Jelapat II (Mekarsari). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut,” jelas Mirwan.
BPBD Batola terus melakukan pemantauan lapangan serta berkoordinasi dengan aparat desa untuk memastikan kondisi warga terdampak tetap aman dan mendapatkan bantuan jika diperlukan. (Daily/md/Antara)















Leave a Reply