Kalseldaily.com Barabai – Hujan dengan intensitas tinggi yang turun sejak Kamis (23/10/2025) malam hingga Jumat pagi menyebabkan debit air di Sungai Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, mengalami peningkatan cukup signifikan.
Pantauan pada Jumat (24/10/2025) sekitar pukul 09.20 WITA menunjukkan aliran sungai tampak deras dan membawa material kayu serta ranting. Permukaan air hanya berjarak sekitar satu meter dari jalan raya, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya banjir apabila hujan masih berlanjut.
Berdasarkan laporan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD HST melalui frekuensi 146.920 MHz, kondisi air di beberapa titik hulu mulai menunjukkan penurunan. Di antaranya wilayah Batu Kiting turun dari 100 cm menjadi 50 cm, Papagaran kembali normal, serta Manggasang menurun dari 150 cm ke 100 cm. Namun, sejumlah titik lain seperti Aluan, Bungur, dan Simpang 3 Ulama justru mengalami kenaikan debit air hingga mencapai bibir sungai.
Kepala Pelaksana BPBD HST, Ahmad Apandi, menyampaikan bahwa meski air di beberapa wilayah hulu mulai surut, masyarakat di daerah hilir seperti Barabai tetap perlu meningkatkan kewaspadaan.
“Aliran dari hulu masih bisa menambah volume air di sungai utama. Kami mengimbau warga, terutama yang tinggal di bantaran sungai, agar tetap siaga dan memperhatikan informasi resmi,” ujarnya.
Petugas BPBD bersama relawan Emergency Murakata juga terus memantau perkembangan situasi di lapangan. Informasi terbaru disebarkan melalui saluran komunikasi darurat agar warga dapat mengetahui kondisi terkini dan mengambil langkah antisipasi bila terjadi banjir susulan.
Apandi menambahkan, pihaknya telah menyiapkan peralatan serta posko siaga untuk menghadapi kemungkinan terburuk. Ia berharap curah hujan segera menurun agar situasi kembali normal. (Daily/Fin/BPost)















Leave a Reply