Kalseldaily.com Taheran – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah Pasukan Garda Revolusi Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps mengklaim berhasil menghancurkan sejumlah aset militer AS di wilayah Isfahan pada Minggu.
Laporan yang dikutip dari Tasnim News Agency menyebutkan insiden itu terjadi saat militer Amerika menjalankan operasi pencarian terhadap seorang pilot yang dilaporkan terdampar di wilayah Iran. Dalam pernyataan resminya, IRGC menegaskan bahwa operasi tersebut melibatkan berbagai unsur militer, termasuk angkatan dirgantara, pasukan darat, Basij, hingga kepolisian.
Juru bicara Khatam al-Anbiya Central Headquarters menyebutkan bahwa dalam peristiwa tersebut terdapat satu pesawat angkut berat Lockheed C-130 Hercules serta dua helikopter Sikorsky UH-60 Black Hawk yang hancur di wilayah selatan Provinsi Isfahan. Pada waktu yang sama, Iran juga mengklaim berhasil menembak jatuh sebuah drone milik Israel di kawasan tersebut.
Di sisi lain, beredar pula laporan yang menyebutkan total kerugian lebih besar, termasuk dugaan hancurnya dua unit C-130 Hercules dan satu pesawat tempur Fairchild Republic A-10 Thunderbolt II, dengan estimasi nilai mencapai ratusan juta dolar AS. Namun, informasi ini belum mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak Amerika.
Ketegangan ini bermula dari insiden jatuhnya jet tempur Boeing F-15E Strike Eagle milik AS pada Jumat sebelumnya. Operasi penyelamatan kemudian dikerahkan untuk mengevakuasi kru pesawat tersebut, yang memicu perbedaan narasi antara Teheran dan Washington.
Pemerintah Amerika Serikat, termasuk Presiden Donald Trump, menyatakan bahwa seluruh kru telah berhasil diselamatkan dan dalam kondisi aman. Sumber internal AS juga mengungkapkan bahwa sebagian aset militer yang rusak justru dihancurkan secara sengaja oleh pasukan mereka sendiri untuk mencegah teknologi sensitif jatuh ke tangan Iran.
Insiden ini memperpanjang daftar ketegangan di kawasan Timur Tengah yang terus meningkat sepanjang 2026. Sebelumnya, Iran mengumumkan pengoperasian sistem pertahanan udara terbaru yang ditujukan untuk menghadapi aktivitas militer asing, sekaligus menegaskan upaya mereka dalam mengamankan kedaulatan wilayah udara nasional. (Daily/md)















Leave a Reply