Kalseldaily.com Aceh Tamiang – Pemulihan wilayah Aceh Tamiang pascabanjir mendapat dukungan besar dari Jhonlin Group. Pemilik Jhonlin Group, H. Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam, turun langsung mendampingi peninjauan lokasi sekaligus memastikan bantuan alat berat untuk percepatan normalisasi sungai dan perbaikan infrastruktur terdampak bencana.
Sebanyak 16 unit alat berat telah disiapkan dan dikirim oleh Jhonlin Group untuk membantu pengerukan sungai yang mengalami pendangkalan, pembersihan puing-puing banjir, serta perbaikan tanggul yang rusak. Bantuan ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan akses transportasi air dan menghidupkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat.
“Bantuan alat berat ini kami harapkan bisa mempercepat pemulihan daerah terdampak banjir di Aceh agar masyarakat bisa segera kembali beraktivitas normal,” ujar Haji Isam di sela-sela peninjauan.
Adapun alat berat yang dikerahkan terdiri dari 13 unit ekskavator merek Sany dan tiga unit truk pengangkut. Seluruh armada tersebut akan difokuskan di wilayah sungai dan muara yang mengalami sedimentasi berat.
Pimpinan Jhonlin Group, H GT Denny Ramdhani, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat Aceh yang terdampak bencana. “Kami menyampaikan belasungkawa kepada masyarakat Aceh. Melalui program Jhonlin Group Peduli Aceh, kami ingin hadir langsung membantu masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit,” katanya.
Menariknya, rencana awal bantuan hanya mencakup tiga unit alat berat sesuai pemetaan kebutuhan awal. Namun melihat kondisi di lapangan dan pentingnya membuka kembali akses jalan serta jalur air yang vital bagi warga, jumlah bantuan ditingkatkan menjadi 16 unit.
Seluruh alat berat tersebut diberangkatkan dari Dermaga Kolinlamil Tanjung Priok, Jakarta, pada Selasa (23/12/2025), dan tiba di Aceh pada Jumat (26/12/2025). Kehadiran bantuan ini diharapkan mampu mempercepat proses normalisasi sungai yang akan dimulai dalam waktu dekat melalui pembentukan Satgas Kuala bersama pemerintah dan unsur terkait.
Dengan dukungan alat berat dan koordinasi lintas pihak, pemulihan Aceh Tamiang diharapkan tidak hanya fokus pada perbaikan teknis, tetapi juga mampu mendorong kebangkitan ekonomi masyarakat di sepanjang bantaran sungai. (Daily/Fin)















Leave a Reply