Menu

Mode Gelap

Daerah

Pemprov Kalsel Tunggu Hasil Audit KLH soal Dugaan Dampak Tambang terhadap Banjir


 Pemprov Kalsel Tunggu Hasil Audit KLH soal Dugaan Dampak Tambang terhadap Banjir Perbesar

Kalseldaily.com Banjar — Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan masih menunggu hasil audit lingkungan yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) terhadap sejumlah perusahaan, khususnya pertambangan batu bara, yang diduga berkontribusi terhadap banjir di berbagai wilayah Kalsel.

Audit tersebut dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran lingkungan yang menjadi penyebab banjir yang terjadi berulang. Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, M Syarifuddin, mengatakan hingga kini proses audit masih berjalan sehingga pemerintah daerah belum mengambil langkah lanjutan.

“KLH sedang melakukan audit lingkungan terkait dampak yang diduga ditimbulkan beberapa perusahaan, selain faktor curah hujan,” ujar

Syarifuddin saat mendampingi Menteri Sosial Saifullah Yusuf meninjau lokasi banjir di Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Minggu (4/1/2026).

Menurutnya, audit ini penting untuk mengetahui penyebab banjir secara menyeluruh. Pemerintah daerah ingin memastikan apakah banjir tersebut murni karena faktor alam atau ada dampak lingkungan akibat aktivitas perusahaan.

“Kenapa banjir bisa terjadi, apakah ada dampak lingkungan dari perusahaan, itu akan kami tindaklanjuti setelah audit KLH selesai,” katanya.

Syarifuddin menegaskan, hasil audit KLH nantinya akan menjadi dasar bagi Pemprov Kalsel dalam menentukan kebijakan ke depan. Ia juga meminta masyarakat bersabar dan tidak berspekulasi sebelum ada hasil resmi.

“Kami mohon publik menunggu hasil audit KLH agar semuanya jelas dan berdasarkan data,” ucapnya.

Sambil menunggu hasil audit, Pemprov Kalsel memastikan penanganan darurat bagi warga terdampak banjir tetap berjalan. Pemerintah daerah telah menyiapkan posko pengungsian dan dapur umum di sejumlah titik.

“Dapur umum ini sangat dibutuhkan warga yang terdampak banjir,” ujar Syarifuddin.

Terkait banjir yang belum surut selama beberapa hari, Pemprov Kalsel juga menyambut baik rencana Kementerian Sosial yang membuka peluang pemberian bantuan hunian sementara atau huntara bagi warga. Namun, bantuan tersebut masih menunggu kondisi di lapangan.

“Yang jelas, posko pengungsian dan dapur umum sudah kami siapkan,” katanya.

Sebelumnya, pada 30 Desember 2025, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq saat meninjau banjir di Desa Bincau, Martapura, Kabupaten Banjar, menyatakan KLH akan segera mengaudit perusahaan-perusahaan yang diduga melanggar aturan lingkungan.

“KLH sudah mendata beberapa perusahaan yang diduga melakukan pelanggaran lingkungan,” ujarnya saat itu. (Daily/Fin)

Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Writer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Lainnya

Peringatan Maulid, Ketua TP PKK Hj. Fathul Jannah Muhidin Ajak Perkuat Ukhuwah, Silaturahmi serta Kecintaan kepada Rasulullah SAW

27 August 2026 - 11:00

Gubernur dan Masyarakat Sholat Istisqa’ di Masjid Sabilal Muhtadin

25 August 2026 - 21:52

H. M Syarifuddin, Hadiri Coffee Morning Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda)

14 August 2026 - 11:15

Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari Resmi Dibuka untuk Umum

13 August 2026 - 19:09

Pemprov Kalsel Siapkan Rp4,7 Miliar untuk Benahi Paving Kawasan Sabilal Muhtadin

5 August 2026 - 08:52

Fairid Rusdi Kembali Pimpin PII Kalsel, Muswil 2026 Tegaskan Komitmen Perkuat Peran Insinyur untuk Pembangunan

2 August 2026 - 11:09

Trending di Daerah