Kalseldaily.com Manchester – Manchester United resmi memasuki masa transisi setelah memutuskan kerja sama dengan pelatih kepala Ruben Amorim. Keputusan ini memunculkan berbagai spekulasi soal siapa yang akan menangani Setan Merah dalam waktu dekat, termasuk kemungkinan kembalinya Ole Gunnar Solskjaer ke Old Trafford sebagai pelatih sementara.
Nama Solskjaer mencuat tak lama setelah Manchester United mengumumkan pemecatan Amorim, yang dinilai gagal membawa kestabilan tim di Liga Inggris musim 2025–2026. Kabar ketertarikan pelatih asal Norwegia itu diungkapkan oleh pakar transfer Fabrizio Romano.
Melalui akun X miliknya, Romano menyebut Solskjaer terbuka untuk kembali melatih Manchester United sebagai pelatih sementara, tanpa mempersoalkan durasi kontrak. Namun, hingga saat ini manajemen klub masih meluangkan waktu untuk menilai sejumlah kandidat.
Sambil menunggu keputusan tersebut, Manchester United menunjuk Darren Fletcher sebagai pelatih interim. Mantan gelandang Setan Merah itu akan memimpin tim untuk sementara, termasuk saat menghadapi Burnley pada Kamis (8/1). Fletcher sebelumnya menangani tim U-18 Manchester United dan dipercaya mengisi posisi pelatih kepala dalam masa transisi ini.
Ruben Amorim resmi berpisah dengan Manchester United pada Senin (5/1/2026) waktu setempat, sehari setelah tim bermain imbang 1-1 melawan Leeds United di ajang Liga Inggris. Pernyataan Amorim usai laga tersebut dinilai terlalu emosional dan memicu reaksi keras dari pihak manajemen.
Meski saat itu Manchester United masih berada di papan atas klasemen, para petinggi klub menilai kinerja Amorim tidak sesuai harapan. Sejak menggantikan Erik Ten Hag pada November 2024, Amorim hanya mencatatkan 24 kemenangan dari 63 pertandingan di semua kompetisi, dengan 15 kemenangan di Premier League.
Pada musim ini, Manchester United berada di posisi keenam klasemen sementara setelah meraih delapan kemenangan dari 20 laga. Situasi tersebut memperkuat tekanan terhadap Amorim, yang rumor pemecatannya sudah berhembus cukup lama.
Laporan media Inggris menyebutkan bahwa pemecatan Amorim juga dipicu oleh ketegangan internal. Ia dikabarkan sempat bersitegang dengan direktur sepak bola Jason Wilcox terkait pendekatan taktik dan rencana transfer. Amorim dinilai enggan menyesuaikan strategi serta kurang sejalan dengan kebijakan klub.
Manajemen Manchester United disebut telah menggelontorkan dana besar selama era Amorim, namun merasa sang pelatih tidak menunjukkan optimisme terhadap skuad yang ada. Pernyataan-pernyataan negatif Amorim di media dinilai semakin memperburuk situasi. (Daily/Fin)















Leave a Reply