Kalseldaily.com Banjar – Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Dody Hanggodo, turun langsung meninjau banjir yang melanda Desa Keramat, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Jum’at (9/1). Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap persoalan banjir yang hampir setiap tahun terjadi di Kalimantan Selatan.
Setibanya di Kalimantan Selatan, Menteri PU disambut oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin, yang mewakili Gubernur H. Muhidin. Turut hadir sejumlah pejabat dari Kementerian PU dan Pemerintah Provinsi.
Dari bandara, rombongan langsung menuju lokasi banjir untuk melihat kondisi warga dan lingkungan yang terdampak. Di sela peninjauan, Menteri PU juga menyerahkan bantuan paket sembako kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian pemerintah.
Dalam keterangannya, Dody Hanggodo menjelaskan bahwa banjir di kawasan Sungai Tabuk disebabkan oleh beberapa faktor yang saling berkaitan. Salah satunya adalah pasang air laut yang tinggi, sehingga aliran Sungai Martapura terhambat.
“Air dari Sungai Tabuk tidak bisa mengalir karena Sungai Martapura terdorong ke arah laut akibat pasang. Akhirnya air meluap ke permukiman,” ujarnya.
Ia mengakui, persoalan banjir di wilayah ini memang bukan hal baru. Namun pemerintah terus menyiapkan solusi jangka panjang agar dampaknya bisa dikurangi secara signifikan.
Salah satu langkah utama yang akan dilakukan adalah pembangunan Bendungan Riam Kiwa. Proyek tersebut dirancang untuk mengendalikan banjir di wilayah hulu hingga hilir.
“Masalah pembebasan lahannya sudah selesai akhir 2024. Kami harap tahun ini pembangunan fisiknya bisa dimulai,” kata Dody.
Pembangunan bendungan ini ditargetkan selesai dalam tiga tahun, bahkan diupayakan bisa dipercepat menjadi dua tahun. Jika sudah beroperasi, bendungan tersebut diperkirakan mampu mengurangi potensi banjir hingga sekitar 70 persen. (Daily/Fin)















Leave a Reply