Kalseldaily.com Banjar — Meski masih dilanda banjir, aktivitas belajar mengajar di MTsN 7 Banjar, Desa Pembantanan, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, tetap berjalan seperti biasa. Sejak pagi, siswa-siswi tetap datang ke sekolah meskipun lingkungan sekolah masih tergenang air.
Banjir yang merendam halaman hingga akses menuju ruang kelas membuat sebagian siswa dan guru harus menggunakan perahu sebagai alat transportasi. Pemandangan perahu yang bersandar di depan sekolah menjadi hal yang tak terpisahkan dari aktivitas sekolah dalam beberapa hari terakhir.
Guru MTsN 7 Banjar, Wahyuni Ramadhan, mengatakan pihak sekolah memilih tetap melaksanakan pembelajaran karena kondisi di dalam ruang kelas masih memungkinkan. Selain itu, kehadiran siswa juga cukup tinggi meski harus menempuh perjalanan yang tidak biasa.
“Kami tetap masuk karena kegiatan belajar masih bisa dilakukan. Anak-anak juga semangat, walaupun harus naik perahu untuk sampai ke sekolah,” ujar Wahyuni.
Menurutnya, pihak sekolah terus memantau kondisi banjir dan mengutamakan keselamatan siswa. Jika kondisi air meningkat dan dinilai membahayakan, sekolah siap mengambil kebijakan lanjutan.
“Keselamatan tetap jadi prioritas. Selama aman dan orang tua mengizinkan, kami berusaha agar anak-anak tidak tertinggal pelajaran,” tambahnya.
Banjir di wilayah Sungai Tabuk sendiri sudah berlangsung beberapa waktu akibat tingginya curah hujan. Warga berharap air segera surut agar aktivitas sehari-hari, termasuk kegiatan pendidikan, bisa kembali normal.(Daily/Fin)










Leave a Reply