Menu

Mode Gelap

Pemprov Kalsel

Kalsel Siap Jadi Percontohan Digitalisasi Bantuan Sosial di Luar Jawa


 Kalsel Siap Jadi Percontohan Digitalisasi Bantuan Sosial di Luar Jawa Perbesar

Kalseldaily.com Jakarta – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyatakan komitmen penuh dalam mendukung program Sosialisasi Piloting Digitalisasi Bantuan Sosial dan Peran Pemerintah Daerah sebagai bagian dari transformasi nasional penyaluran bantuan sosial.

Kegiatan tersebut diikuti langsung oleh Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin dan dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk serta Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan. Program ini bertujuan mendorong penyaluran bantuan yang lebih tepat sasaran, transparan, dan akuntabel melalui pemanfaatan teknologi digital.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, M. Farhanie, menyampaikan bahwa digitalisasi bantuan sosial menjadi langkah strategis untuk memperbaiki tata kelola bansos secara menyeluruh. Menurutnya, Kalimantan Selatan siap menjadi daerah percontohan di luar Pulau Jawa dalam penerapan sistem bansos digital.

“Melalui integrasi data terpadu atau single identity, kami mendorong sinkronisasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional. Fokus utamanya pembersihan data anomali dengan verifikasi biometrik berbasis NIK,” ujar Farhanie di Jakarta, Rabu, 4 Januari 2026.

Ia menjelaskan, ke depan penyaluran bantuan sosial akan diarahkan menggunakan sistem non-tunai atau cashless, seperti dompet digital, QRIS, hingga kartu yang terintegrasi dengan aplikasi khusus.

Tahap awal uji coba sistem akan dilakukan di Kota Banjarmasin untuk mengukur kesiapan infrastruktur dan respons masyarakat.

“Pilot project ini penting untuk mengidentifikasi kendala di lapangan, baik teknis maupun kesiapan penerima manfaat,” katanya.

Farhanie menambahkan, Gubernur Kalimantan Selatan menaruh perhatian besar terhadap transparansi penyaluran bantuan sosial.

Nantinya, setiap aliran dana bantuan dapat dipantau secara real-time melalui dasbor digital yang terhubung antara pemerintah daerah dan Kementerian Dalam Negeri.

Selain itu, pemerintah daerah juga akan menyediakan kanal pengaduan masyarakat terintegrasi untuk menangani permasalahan bantuan sosial.

Dinas Sosial Kalsel diminta melakukan pemetaan wilayah yang memerlukan pendampingan ekstra selama masa transisi digital, terutama daerah dengan keterbatasan akses teknologi dan literasi digital.

“Dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah, kami optimistis digitalisasi bansos dapat meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat kepercayaan publik,” tutup Farhanie. (Daily/Fin)

Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Writer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Lainnya

Lokasi Dugaan Tambang Emas di Paau Dipasangi Police Line, Polhut Siaga

11 September 2026 - 15:31

Rikval Fachruri: Perda Kepemudaan Dorong Pemuda Jadi Pelaku Pembangunan

7 September 2026 - 15:16

Timwas DPR Nilai Pelaksanaan Haji 2026 Lebih Baik, Sejumlah Fasilitas Tetap Jadi Sorotan

3 September 2026 - 17:02

Cegah Kecelakaan Berulang, Satlantas Tanbu Pasang Rambu Chevron dan Batas Kecepatan di KM 71,5 Mantewe

31 August 2026 - 17:55

Kunjungi Lokasi Karhutla, Sudian Noor Soroti Kesehatan dan Keselamatan Relawan

28 August 2026 - 21:20

Dispersip Kalsel Petakan Kebutuhan Pustakawan, ABK Jadi Dasar Penataan Formasi di Daerah

27 August 2026 - 23:42

Trending di Pemprov Kalsel