Kalseldaily.com Jakarta – TVRI memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) Piala Dunia FIFA 2026 di berbagai daerah. Namun, penyelenggara diwajibkan mengikuti mekanisme pendaftaran yang telah ditetapkan karena TVRI merupakan pemegang hak siar resmi di Indonesia.
Direktur Pengembangan dan Usaha TVRI, Retno Wulan K Purbodjati, mengatakan pihaknya membuka peluang bagi masyarakat, komunitas, maupun pemerintah daerah untuk mengadakan nobar guna menyemarakkan turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Meski demikian, kegiatan nobar tetap harus melalui proses pendataan oleh TVRI. Hal ini dilakukan untuk membedakan penyelenggaraan nobar yang bersifat komersial maupun non-komersial.
“Nanti bagi yang ingin mengadakan nobar bisa mendaftar melalui portal yang sedang kami siapkan, yaitu bolagembira.tvrinews.com,” ujar Wulan dalam konferensi pers di kantor TVRI, Jakarta, Rabu (25/3/2026).
Ia menjelaskan portal tersebut direncanakan diluncurkan pada pekan pertama April 2026 dan akan memuat berbagai informasi terkait mekanisme pendaftaran serta ketentuan pelaksanaan nobar di seluruh Indonesia.
Melalui portal tersebut, TVRI juga akan melakukan kurasi terhadap setiap pengajuan kegiatan nobar, termasuk menyesuaikan dengan kapasitas lokasi serta kategori kegiatan yang diajukan.
Selain memberikan izin kepada masyarakat, TVRI juga berencana menggelar kegiatan nobar di kantor pusat maupun di beberapa kota besar di Indonesia. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di fasilitas sports center milik TVRI saat pertandingan berlangsung.
“Kami juga akan mengadakan nobar besar yang berkolaborasi dengan hiburan lain seperti musik di beberapa kota besar,” tambah Wulan.
Ia menambahkan, kebijakan membuka nobar ini juga merupakan bagian dari upaya mendukung pertumbuhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai daerah.
“Pemerintah dan TVRI berharap kegiatan nobar ini bisa menjadi multiplier effect bagi pelaku UMKM agar ekonomi masyarakat ikut bergerak,” ujarnya.
Selain nobar, TVRI juga akan menghadirkan konsep dengar bareng (debar) agar masyarakat tetap dapat mengikuti pertandingan melalui siaran radio.
Direktur Program dan Berita TVRI, Arif Adi Kuswardono, mengatakan seluruh siaran pertandingan juga akan disiarkan melalui Radio Republik Indonesia (RRI).
“Jika masyarakat sedang dalam perjalanan atau sulit mengakses televisi, mereka tetap bisa mengikuti pertandingan melalui siaran radio di RRI,” jelasnya.
Adapun Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026. Turnamen tersebut akan menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah dengan melibatkan 48 negara dan total 104 pertandingan yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. (Daily/Fin)















Leave a Reply