Kalsedaily.com ne Banjarbaru – Forum Insinyur Muda (FIM) Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Wilayah Kalimantan Selatan bersama Universitas Lambung Mangkurat (ULM) resmi menjalin kemitraan strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) guna memperkuat pengembangan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan kompetensi profesi keinsinyuran.
Penandatanganan MoU yang berlangsung di Universitas Lambung Mangkurat itu menjadi langkah awal dalam mempererat sinergi antara dunia akademik dan organisasi profesi untuk mencetak sumber daya manusia yang unggul dan siap menghadapi tantangan pembangunan di masa depan.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Rektor ULM Yusuf Aziz, Dekan Fakultas Teknik ULM Iphan Fitrian Radam, Wakil Dekan Fakultas Teknik Abdul Gofur, Nurhakim, Ketua Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) ULM Ida Barkiah, jajaran dosen, pengurus Forum Insinyur Muda PII Wilayah Kalimantan Selatan, serta perwakilan Forum Anggota Muda (FAM) PII Kalimantan Selatan.
Ketua FIM PII Wilayah Kalimantan Selatan, Ir. Nanang Elva Julianoor Putra, S.ST., M.T., IPM., mengatakan kerja sama tersebut merupakan bentuk komitmen bersama dalam membangun ekosistem keinsinyuran yang semakin kuat melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan organisasi profesi.
Menurutnya, kemitraan itu tidak berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman, tetapi akan diwujudkan melalui berbagai program nyata yang memberikan manfaat bagi mahasiswa, akademisi, maupun para insinyur muda.
“Kolaborasi ini bukan sekadar penandatanganan nota kesepahaman, tetapi menjadi langkah awal membangun kemitraan yang berorientasi pada aksi nyata. Kami ingin menghadirkan berbagai program yang mampu meningkatkan kapasitas mahasiswa, dosen, serta para insinyur muda agar memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah maupun nasional,” ujarnya.
Nanang menilai tantangan pembangunan saat ini semakin kompleks, mulai dari transformasi digital, perubahan iklim, hingga percepatan pembangunan infrastruktur. Karena itu, dibutuhkan insinyur yang tidak hanya menguasai aspek teknis, tetapi juga memiliki kemampuan berinovasi, berkolaborasi, serta menjunjung tinggi etika profesi.
Melalui kerja sama tersebut, FIM PII Kalsel dan ULM akan mengembangkan berbagai program, seperti seminar nasional, kuliah umum, pelatihan, workshop, penelitian kolaboratif, pengabdian kepada masyarakat, pembinaan mahasiswa, peningkatan kompetensi profesi, hingga kegiatan akademik lainnya yang mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Sementara itu, Universitas Lambung Mangkurat menyambut positif terjalinnya kemitraan tersebut. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan organisasi profesi dinilai menjadi strategi penting dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi profesional sesuai kebutuhan dunia kerja.
Selain memperkuat pengembangan sumber daya manusia, kerja sama ini juga diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi yang memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan, khususnya di Kalimantan Selatan.
Sebagai tindak lanjut, kedua lembaga berkomitmen segera merealisasikan berbagai program implementatif agar manfaat kerja sama dapat dirasakan secara langsung oleh mahasiswa, akademisi, praktisi, hingga masyarakat luas.














Leave a Reply