Kalseldaily.com Banjar – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga berdampak pada kondisi psikologis warga terdampak. Banjir yang berlangsung lama membuat banyak penyintas mengalami stres dan tekanan mental.
Untuk membantu warga menghadapi kondisi tersebut, Dinas Sosial Kalimantan Selatan mengintensifkan Layanan Dukungan Psikososial (LDP). Salah satu kegiatan pendampingan dilaksanakan di posko pengungsian Desa Sungai Tabuk Keramat, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar.
Kepala Bidang Penanganan Bencana Dinsos Kalsel, Achmadi, mengatakan pendampingan difokuskan kepada orang dewasa yang rentan mengalami stres akibat terganggunya aktivitas dan penghasilan.
“Kami berikan pendampingan agar warga bisa lebih tenang,” ujarnya singkat.
Menurut Achmadi, layanan ini juga bertujuan menumbuhkan sikap kesiapsiagaan warga dalam menghadapi bencana.
“Kita arahkan agar mereka bisa lebih siap menghadapi kondisi seperti ini,” katanya.
Sementara itu, anggota Tim LDP Dinsos Kalsel, Amrullah, menyebut tekanan mental sering dialami korban bencana yang terdampak cukup lama.
“Korban banjir mudah mengalami stres, jadi perlu pendampingan sejak awal,” ucapnya.
Ia menambahkan, apabila ditemukan warga dengan kondisi psikologis yang lebih berat, tim akan melakukan rujukan ke tenaga profesional.
Amrullah menegaskan bahwa dukungan psikososial merupakan hak penyintas bencana yang telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007.
Program LDP di Sungai Tabuk dilaksanakan melalui kerja sama Dinsos Kalsel, Tagana Kalsel, Dinsos Kabupaten Banjar, serta Forum Anak Daerah Kabupaten Banjar. Pendampingan ini diharapkan dapat membantu pemulihan warga, tidak hanya secara fisik, tetapi juga mental. (Daily/Fin)















Leave a Reply