Bebarai, KalselDaily.com – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (Pemkab HST), Kalimantan Selatan (Kalsel), memastikan ketersediaan hewan kurban di wilayahnya mencapai 1.386 ekor menjelang Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi.
“Kita pastikan ketersediaan hewan kurban menjelang Idul Adha tahun ini dalam kondisi aman dan sehat,” kata Kepala Dinas Pertanian HST melalui Dokter Hewan Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan drh. Bayu RM di Barabai, Jumat.
Berdasarkan data pihaknya awal Mei 2026 tadi, total ketersediaan hewan kurban di HST mencapai sekitar 1.386 ekor dengan rincian 867 ekor sapi, 55 ekor kerbau, 155 ekor kambing dan 309 ekor domba.
Bayu menyebut, sapi masih menjadi hewan kurban yang paling banyak diminati masyarakat, meskipun juga sebagian ada yang mencari kambing, domba dan kerbau untuk kebutuhan kurban.
Ia mengungkapkan terdapat kecenderungan unik di HST, yakni tingginya minat masyarakat terhadap sapi putih untuk kurban dibanding jenis lainnya.
“Kalau untuk HST, yang unik itu sapi putih masih banyak peminatnya. Selain itu sapi Bali juga cukup diminati,” ujarnya.
Bayu menambahkan, HST selama ini juga dikenal sebagai salah satu daerah pemasok hewan kurban untuk sejumlah wilayah lain di Kalsel hingga luar daerah, seperti Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah.
Menurutnya, distribusi hewan kurban tahun ini juga menghadapi sejumlah tantangan mulai dari proses karantina, pengiriman hingga faktor cuaca yang membuat sebagian pedagang mengaku distribusi ternak lebih sulit dibanding tahun sebelumnya.
Dinas Pertanian HST mengimbau masyarakat lebih teliti saat memilih hewan kurban, yakni ternak yang layak dikurbankan harus dalam kondisi sehat, aktif, cukup umur, memiliki bulu cerah dan tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit, seperti mata belekan, keluar cairan dari hidung, sariawan maupun pincang.
“Kalau masyarakat masih ragu dalam memilih ternak, silakan konsultasikan ke Dinas Pertanian atau bidang peternakan. Kami juga berharap apabila ada ternak sakit atau ditemukan dugaan penyakit, segera dilaporkan agar bisa cepat ditangani,” pesannya.
Hingga saat ini, petugas juga belum menemukan indikasi penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan kurban yang diperiksa dan pihaknya terus melakukan monitoring sekaligus pemeriksaan kesehatan hewan kurban di sejumlah titik penjualan ternak. (Daily/md)















Leave a Reply