Kalseldaily.com Banjarbaru — Guna mendukung pencapaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026, UPTD Kebun Raya Banua merencanakan penyesuaian tarif masuk bagi para pengunjung. Usulan tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kontribusi sektor pariwisata, sekaligus mendukung pengelolaan dan pengembangan kawasan wisata edukasi di Kalimantan Selatan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPTD Kebun Raya Banua, Firmansyah, mengatakan bahwa penyesuaian tarif masuk diyakini mampu membantu pencapaian target PAD yang telah ditetapkan pemerintah daerah. Ia optimistis, apabila revisi tarif dapat disetujui, target PAD sebesar Rp1,5 miliar dari Kebun Raya Banua berpeluang terlampaui.
“Dari sisi kebijakan, apabila nanti ada revisi tarif, misalnya dari Rp7 ribu menjadi Rp10 ribu, maka kita optimistis bisa melampaui target Rp1,5 miliar untuk pendapatan Kebun Raya,” ujar Firmansyah.
Adapun rincian usulan tarif masuk tersebut meliputi Rp10.000 untuk pengunjung umum, Rp8.000 bagi pelajar, dan Rp6.000 untuk anak-anak. Menurut Firmansyah, besaran tarif tersebut masih tergolong terjangkau dan diharapkan tidak mengurangi minat masyarakat untuk berkunjung.
Ia menegaskan bahwa rencana penyesuaian tarif ini masih dalam tahap pembahasan dan akan melalui mekanisme serta persetujuan sesuai ketentuan peraturan daerah yang berlaku. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait sebelum kebijakan tersebut diterapkan secara resmi.
Firmansyah berharap, apabila usulan ini disetujui, pengelolaan Kebun Raya Banua dapat semakin optimal, baik dari sisi operasional, perawatan kawasan, maupun pengembangan fasilitas pendukung. Hal ini dinilai penting agar Kebun Raya Banua dapat terus memberikan manfaat sebagai ruang edukasi, konservasi, dan rekreasi bagi masyarakat, sekaligus berkontribusi nyata terhadap peningkatan PAD daerah. (Daily/Fin)













Leave a Reply