Menu

Mode Gelap

Kesehatan

Whip Pink Ramai di Media Sosial, Ini Fungsi Asli dan Risiko Gas N2O


 Foto: Freepik Perbesar

Foto: Freepik

Kalseldaily.com Banjarbaru – Produk Whip Pink belakangan menjadi sorotan publik setelah ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak masyarakat mempertanyakan kegunaan sebenarnya dari produk tersebut serta risiko yang dapat timbul jika tidak digunakan sesuai peruntukannya.

Whip Pink merupakan tabung berisi gas Nitrous Oxide (N2O) yang secara legal digunakan dalam industri kuliner. Produk ini umumnya dipasarkan sebagai gas pendorong untuk menghasilkan whipped cream dengan tekstur mengembang dan stabil, terutama pada minuman dan kue. Di pasaran digital, Whip Pink dikenal dengan desain tabung silinder berwarna merah muda.

Mengacu pada informasi produk, Whip Pink tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari 640 gram hingga 2.050 gram, dengan harga berkisar Rp650 ribu hingga Rp1,9 juta per tabung.

Selain untuk kebutuhan kuliner, Nitrous Oxide juga memiliki pemanfaatan lain, seperti di bidang medis sebagai anestesi ringan serta di sektor otomotif untuk meningkatkan performa mesin. Penggunaan gas ini dinilai aman selama mengikuti standar keselamatan dan prosedur yang berlaku.

Namun, gas N2O dapat menimbulkan bahaya serius apabila disalahgunakan, terutama dengan cara dihirup secara langsung. Paparan gas dalam jumlah berlebih dapat mengurangi kadar oksigen dalam tubuh sehingga memicu pusing, pingsan, hingga gangguan pernapasan.

Penggunaan jangka panjang juga berisiko menyebabkan kerusakan sistem saraf karena menghambat fungsi vitamin B12 dalam tubuh. Dalam kondisi tertentu, konsentrasi gas yang tinggi bahkan dapat berujung pada gangguan jantung dan kegagalan pernapasan.

Hingga saat ini, Nitrous Oxide masih berstatus legal karena digunakan untuk keperluan industri makanan dan medis. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk menggunakan produk ini sesuai fungsinya dan tidak mencoba-coba menghirup gas tersebut karena risiko kesehatan yang ditimbulkan bersifat serius dan dapat berdampak jangka panjang. (Daily/Fin)

Artikel ini telah dibaca 49 kali

badge-check

Writer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Lainnya

1.075 Jemaah Haji Debarkasi Banjarmasin Telah Kembali, Tujuh Jemaah Wafat di Tanah Suci

8 June 2026 - 09:58

drg. Ellyana Hasnuryadi Lantik Pengurus Cabang Yayasan Jantung Indonesia Kabupaten Kotabaru

2 June 2026 - 14:33

Pemkab HST pastikan ketersediaan hewan kurban 1.386 ekor jelang Idul Adha

23 May 2026 - 08:27

WHO Tetapkan Ebola sebagai Darurat Kesehatan Global, Indonesia Diminta Perketat Pengawasan

19 May 2026 - 09:01

Banjarbaru Raih Penghargaan Nasional Berkat Program Penanganan Kemiskinan dan Stunting

6 May 2026 - 11:21

Meski Angkanya Turun, 144 Ribu Keluarga Masih Berisiko Stunting

27 April 2026 - 21:31

Trending di Kesehatan