Kalseldaily.com Banjarmasin – Sejumlah aparatur sipil negara (ASN) bersama personel TNI dan Polri melakukan aksi bersih-bersih sungai di sepanjang Jalan Ahmad Yani, Kota Banjarmasin, Sabtu pagi, (14/2). Kegiatan ini dilakukan mulai dari kilometer satu hingga kilometer enam.
Dalam aksi tersebut, sejumlah pegawai terlihat turun langsung ke sungai untuk mengeruk lumpur di dasar sungai. Pembersihan dilakukan di dua sisi Sungai Ahmad Yani sebagai bagian dari upaya normalisasi sungai yang terus digencarkan Pemerintah Kota Banjarmasin.
Sungai Ahmad Yani menjadi salah satu titik perhatian karena di beberapa lokasi masih kerap terjadi genangan air, baik setelah hujan deras maupun saat air pasang rob. Kondisi tersebut dinilai dipicu oleh pendangkalan sungai dan terganggunya aliran air.
Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, mengatakan saat melakukan pemantauan di lapangan, pihaknya masih menemukan sejumlah sisa pekerjaan proyek di dasar sungai. Di antaranya berupa kayu galam dan material bangunan lain yang berpotensi menyebabkan pendangkalan.
“Ada temuan jembatan yang tidak standar dan menutup aliran sungai, juga sisa pekerjaan bangunan. Ini menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah. Ke depan, kontraktor harus membersihkan sisa pekerjaannya karena dapat menyebabkan kedangkalan sungai,” ujarnya.
Yamin menegaskan, saat ini pemerintah kota masih fokus pada pembersihan sungai sebagai langkah awal penanganan. Aksi serupa akan terus dilakukan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat serta instansi terkait agar kondisi sungai di Banjarmasin menjadi lebih baik dan bersih.
Ia juga mengimbau para kontraktor maupun pekerja yang melakukan kegiatan pembangunan di sekitar sungai agar bertanggung jawab membersihkan sisa-sisa material pekerjaan, sehingga tidak menghambat aliran air dan merugikan lingkungan sekitar. (Daily/Fin)











Leave a Reply